Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Kawasaki W175 Adopsi Gaya British Naked Motorcycle

27 September 2019, 22: 15: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kawasaki W175 Adopsi Gaya British Naked Motorcycle

RETRO: Kawasaki W175 mengadopsi gaya British Naked Motorcycle (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Motor retro seri W yang sudah 50 tahun menjadi salah satu andalan Kawasaki hadir dengan seri barunya, W175. Mengadopsi gaya British Naked Motorcycle, W175 diperuntukkan bagi pria masa kini penyuka gaya klasik retro.

Laksana Tiza Farli, General Manager Duta Intika mengatakan, motor ini tidak saja cocok digunakan sehari-hari, tetapi juga menjadi salah satu motor touring yang nyaman. Bahkan motor ini mampu bersaing dengan motor sport yang makin banyak ragamnya.  “W175 menghadirkan pengalaman spesial dalam berkendara. Tema yang diusung adalah absolute respect, karena respect merupakan hal penting bagi pengendara,” jelasnya.

Lanjut Laksana, motor ini sangat diminati karena menjadi satu-satunya dan motor pertama  yang mengusung konsep retro di kelasnya. Motor ini hadir dengan dua varian, yaitu W175 standar dan special edition.

Untuk W175 standar warna yang dihadirkan pearl crystal white. Sementara W175 special edition hadir dengan lebih banyak warna yaitu metallic spark black, metallic matte covert green, dan new silver.

Untuk dapur pacunya, W175  memiliki kapasitas 177 cc single. Torsi mencapai 6000 min, engine power hingga 7500 min dengan 5 speed transmission. “W175 menjadikan pengalaman berkendara nyaman, menyenangkan, dan bebas dari vibrasi yang mengganggu,” paparnya.

Kawasaki W175 menghadirkan mesin yang simpel dengan starter elektrik yang mudah nyaman. Dilengkapi dengan karburator Mikuni VM24 yang berkontribusi dalam penggunaan torsi rendah dan sedang sehingga hemat bahan bakar dan rendah emisi.

Selain itu dilanjutkan Laksana, motor ini bagi pencinta motor, Kawasaki W175 menjadi menjadi sngat istimewa, karena motor ini bisa menjadi salah satu motor yang bisa dimodifikasi dengan beragam gaya. "Ini tidak salah, karena jika diandaikan sebagai media lukis, motor ini merupakan kanvas kosong, sehingga bisa dimodifikasi dengan gaya apa saja," paparnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia