Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Features

Sering Difoto, Bedah Rumah Tak Kunjung Datang

28 September 2019, 10: 56: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sering Difoto, Bedah Rumah Tak Kunjung Datang

PERLU BANTUAN: Salimah, salah satu warga miskin di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya mengharapkan bantuan pasca atap rumahnya roboh beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Salimah,70, salah seorang warga yang tinggal di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya hingga saat ini masih trauma. Hal itu karena dirinya nyaris menjadi korban saat atap rumahnya roboh beberapa waktu lalu. Kini nenek tersebut hanya bisa pasrah dan berharap ada pihak yang bisa membantu untuk memperbaiki atap rumahnya.

Saat ditemui, Jumat siang kemarin (27/9), Salimah terlihat bengong di depan dapurnya. Saat itu ia sedang memasak nasi di bangunan yang terbuat dari anyaman bambu ini. “Saya lagi ngukus nasi,” ujarnya. Kemudian ia mulai menceritakan kejadian yang hampir saja merenggut nyawanya itu. Ia mengatakan pada Minggu (22/9) tengah malam lalu, atap rumahnya yang juga terbuat dari bambu tiba-tiba romboh seketika. Beruntung sebelumnya, ia berhasil lari menyelamatkan diri keluar rumah. “Rumah ini sudah lama sekali rusak dan saya belum bisa perbaiki. Sejak anak-anak kecil,sSaya sudah ditinggal meninggal suami,” ujarnya.

Setelah itu, untuk menghidupi kebutuhan hidup mereka, Salimah mencari kerang di pantai dan hidup apa adanya. Pernah dulu ada orang yang mau adopsi anaknya, namun dirinya memilih untuk tidak berpisah dengan anaknya. Kini anak-anaknya semua sudah menikah namun hidupnya juga masih pas-pasan karena mereka hanya kerja serabutan. "Meski anak sudah besar-besar dan peduli tetap pedili sama Saya, tapi melihat kondisi mereka, saya juga tidak tega minta terus. Jadi saya tetap cari kerang untuk dijual,” jelasnya.

Salimah mengaku tidak mendapatkan bantuan bedah rumah. Padahal dirinya sangat berharap mendapatkan bantuan tersebut. “Sudah sering difoto sejak dulu tapi tidak pernah dapat. Hingga akhirnya roboh,” katanya.

Dari penelusuran, diketahui kalau tanah yang ditempati Salimah merupakan milik sendiri dan sudah besertifikat. Hal ini juga diakui Kelian Banjar Taman, Desa Tuwed, Wayan Riyasa. Bahkan menurut Riyasa, warganya tersebut merupakan KK miskin dan layak untuk dibantu. “Kami sebagai kelian banjar sudah mengusulkan bedah rumah. Tapi kami tidak tahu apa kendalanya sampai kini belum dapat. Ya mungkin masih masuk daftar antrean. Karena itu kewenangan desa dan pemkab. Yang jelas kami sudah usulkan sudah lama,” jelasnya.

Terkait atap rumah Salimah yang roboh diakui Riyasa sudah ada kunjungan dari Dinas Sosial Pemkab Jembrana untuk memberikan bantuan. Namun pihaknya juga berharap Salimah bisa segera mendapatkan bantuan bedah rumah. 

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia