Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

IGN Dalem Rahmadi; Sulap 100 Bambu Jadi Karya Seni Patung Keren

30 September 2019, 10: 17: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

IGN Dalem Rahmadi; Sulap 100 Bambu Jadi Karya Seni Patung Keren

BAMBU : Pengerajin patung berbahan bambu, I Gusti Ngurah Dalem Ramadi saat menganyam patung bambu di rumahnya Banjar Manukaya Let, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (29/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

Membuat karya seni memerlukan keterampilan khusus agar terlihat sangat indah dan bagus dilihat semua orang. Seperti apa yang dilakukan oleh pemuda dari Banjar Manukaya Let, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring ini, I Gusti Ngurah Dalem Ramadi menyulap 100 batang bambu menjadi karya seni patung.

PUTU ADE GRANTIKA, Gianyar

HAL itu terungkap saat diwawancarai di rumahnya, Minggu  kemarin (29/9). Pria yang baru berumur 24 tahun tersebut mengaku memang sejak kecil suka membuat anyaman bambu. Namun kreativitasnya itu baru bisa dituangkan saat pembuatan ogoh-ogoh menjelang Pengerupukan, setahun sekali yang semuanya menggunakan bahan bambu. “Sejak kecil memang suka membuat anyaman bambu, tetapi saat menjelang Pangerupukan saja yang membuat ogoh-ogoh degan sistem ulat-ulatan,” terangnya.

Disinggung dengan karyanya yang dihasilkan selama ini, ia pun menyampaikan sudah beberapa kali ikut pameran dan membuat order dalam kegiatan festival. Terdiri atas kepala baris yang dipajang pada kegiatan di Lapangan Lumintang Denpasar, patung rejang, patung raja Karangasem, bahkan sampai tempat foto yang dipajang beberapa obyek wisata di Gianyar.

Saat ini ia pun membuat patung berbahan bambu yang dipajangnya pada Pura Tirta Empul Tampaksiring. “Itu patung penyambutan untuk karya agung yang akan datang ini. Karena diminta sama desa untuk membuat, jadi kita nganyah karena saya bekerja tidak sendiri. Ada beberapa pemuda dan krama juga ikut membantu membuatnya,” terang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tersebut.

Untuk pembuatan patung anyaman bambu yang tingginya dua meter itu, Dalem Ramadi mengaku hanya memerlukan sekitar 100 bambu. Sedangkan pembuatannya, ia harus memerlukan waktu mencapai satu bulan. Bahkan satu bulan itu cukup pembuatan dari nol hingga sampai selesai. Selain bambu, diakuinya sebagai pemanis dikombinasikan dengan ukiran-ukiran dari kayu yang seperlunya untuk dipasang.

Mahasiswa semester delapan juruan seni rupa itu menambahkan, untuk patung bahan bambu awet atau tidaknya tergantung dari lokasi ditempatkannya. Karena keutuhannya sangat dipengaruhi oleh cuaca, terkena air hujan atau tidak. “Kalau ditempatkan pada tempat yang tidak kena hujan dan matahari bisa mencpai lima tahun masih utuh. Rata-rata umur bambu anyaman tanpa diawetkan memang segitu,” tandas Dalem Ramadi. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia