Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Sportainment

Atlet Rugby Peraih Emas Porprov Bali Tewas Tabrak Pohon

03 Oktober 2019, 20: 21: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

Atlet Rugby Peraih Emas Porprov Bali Tewas Tabrak Pohon

Gusti Putu Hendra Wahyudi (ISTIMEWA)

Share this      

SUKASADA, BALI EXPRESS, - Nasib malang dialami atlet rugby Buleleng bernama Gusti Putu Hendra Wahyudi, 18 di ruas Jalan Mayor Metra, Kelurahan Liligundi Kecamatan Buleleng, Kamis (3/10) sekira pukul 06.30 Wita. Peristiwa tragis ini terjadi setelah korban menabrak pohon perindang di pinggir jalan. Tak pelak, korban meninggal dengan kondisi wajah bersimbah darah.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Citra Fatwa Rahmadani mengatakan peristiwa tragis ini bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda PCX DK 4694 UAT melaju dari arah utara menuju ke selatan. Sesampainya di TKP, korban hendak menyalip sebuah motor yang tidak diketahui identitasnya, dari sebelah kiri.

Sialnya, saat menyalip itu, korban langsung menghantam pohon perindang jalan, yang ada di sebelah kiri jalan. Siswa yang duduk dibangku kelas XII SMA Laboratorium Undiksha Singaraja itu pun tak sadarkan diri. Ia akhirnya dilarikan ke RSUD Buleleng oleh warga untuk mendapatkan penanganan medis.

Nasib berkata lain. Sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal. "Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Saat berkendara, korban sebenarnya mengenakan helm. Namun karena benturannya cukup keras, sehingga korban mengalami cidera kepala berat," ujarnya, Kamis siang.

Tak pelak, kondisi inipun membuat ayah korban, Gusti Ketut Parmita tampak menangis histeris saat menemui jasad putranya. Selanjutnya, sekitar pukul 08.30 wita, pihak keluarga langsung membawa pulang jenazah korban, ke rumah duka di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Sementara itu Manager Rugby Buleleng Wayan Artanayasa menjelaskan jika almarhum Hendra Wahyudi merupakan salah satu pemain inti. Korban mulai bergabung di cabang olahraga asal England itu sejak 2015 lalu. Terkakhir, ia bertanding bersama 12 pemain lainnya, melawan Bangli di Porprov Bali 2019, hingga berhasil meraih medali emas.

Dimata Artanayasa, almarhum merupakan atlet yang sangat polos. Sehari sebelum tewas, almarhum sebut Artanayasa,  sempat bercanda dengan teman-teman atlet lainnya di grup pesan WhatsApp. Tak disangka, hal itu menjadi momen terkahir mereka untuk berkomunikasi dengan korban.

"Kemarin sore dia masih canda-candaan. Dia kirim-gambar-gambar lucu di grup WA. Candaan biasa lah. Saya sangat terkejut dengan berita ini. Tidak menyangka. Waktu di Porprov juga kayaknya itu menjadi firasat. Dia minta difoto satu kali saja. Pang ganteng kone besik gen," katanya.

Atas kejadian ini, Artanayasa mengaku sangat terpukul, karena telah kehilangan atlet terbaiknya. "Dia sangat baik, polos, komunikatif dengan teman-temannya. Pokoknya dia sudah seperti keluarga sendiri. Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke rumah duka," tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia