Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Pemilik Kos di Badung akan Dikenakan Pajak 10 Persen

03 Oktober 2019, 21: 21: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pemilik Kos di Badung akan Dikenakan Pajak 10 Persen

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemilik rumah kos di Kabupaten Badung harus bersiap-siap menyetor 10 persen pendapatan dari sewa ke pemerintah. Hal ini pascaterbitnya Perbup Nomor 35 tahun 2019 tentang Tata Cara Permohonan Pendaftaran Kembali dan Penyesuaian Izin Pengelolaan Rumah Kos. Upaya ini sebagai salah satu upaya kontrol pemerintah dan juga mendongkrak pendapatan daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), I Made Agus Aryawan mengatakan, saat ini pihaknya akan segera melakukan pendataan rumah kos di Kabupaten Badung. “Kami akan lakukan pendataan rumah kos. Hal ini sesuai Perbup dalam rangka pengendaliaan pengelolaan rumah kos. Kami harapkan agar dikelola sesuai dengan peraturan yang ada,” ungkapnya, Kamis (3/10).

Agus Aryawan tak menampik belakangan ini banyak wisatawan yang memanfaatkan rumah kos saat berkunjung ke Kabupaten Badung. Hal ini bisa berdampak pada akomodasi pariwisata yang memang dikhususkan untuk tempat tinggal sementara para wisatawan. Potensi pajak pun melayang. “Nanti yang rugi itu adalah hotel, maupun vila yang sudah resmi,” ujarnya.

Mengenai klasifikasi khusus terkait rumah kos yang akan dikenakan pajak, Agus Aryawan mengatakan tidak ada. Hanya saja menurutnya, dalam Perbup tersebut, jika dari awal izinnya adalah pembangunan rumah kos, maka otomatis akan dikenakan pajak. Berbeda dengan rumah tinggal, yang izinnya rumah tinggal, dikatakannya tidak perlu ada izin operasional. “Intinya, walaupun kos itu mewah atau sederhana tetap dia kena pajak 10 persen,” katanya.

Jika biaya kos mahal, kata dia otomatis pajak yang disetorkan lebih banyak. Sebab sesuai persentase. “Kalau kos mewah dan mahal, mungkin pajak mereka lebih banyak bayar, yang jelas pemotongannya 10 persen,” tegasnya.

Nah, dengan perbup ini, diharapkan potensi pajak lebih tergarap maksimal. Sebab tak dipungkiri Badung mengandalkan pendapatan dari sektor pajak, terlebih dari dunia pariwisata.  “Juga agar rumah kos itu memiliki izin operasional,” tandasnya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia