Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ini Tips dari Mangku Hipno untuk Menghindari Gendam

05 Oktober 2019, 11: 15: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Tips dari Mangku Hipno untuk Menghindari Gendam

Guru Mangku Hino (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Guru Mangku Hipno menjelaskan bahwa hipnosis negatif yang sering dilihat di tv adalah gendam. “Sesungguhnya itu bukanlah hipnosis. Hipnosis artinya membuat tidur, tapi gendam artinya memasukkan pengaruh buruk kepada jiwa seseorang,” jelasnya. Jadi menurutnya gendam itu sebenarnya menghilangkan kesadaran hakiki seseorang. “Bahkan namanya juga bisa dihapus,” ujarnya.

Ia memberikan tips untuk menghindarkan diri dari pengaruh gendam. “Yang pertama jika bertemu dengan seseorang yang menjanjikan sesuatu yang berlebihan, jangan diladeni,” ujarnya. Menurutnya, manusia yang gampang digendam adalah manusia yang sangat ingin kaya, namun dengan cara yang mudah. “Kedua, jika bertemu dengan orang yang tidak dikenal, jangan pernah mengambil posisi lebih rendah,” lanjutnya. Ia menyarankan agar posisi tubuh tidak duduk atau jongkok, karena energi mengalir dari tempat tinggi ke rendah. “Ketiga, saat awal melangkah, jangan menggunakan kaki kiri,” ungkapnya. Menurutnya, orang yang melangkah dengan kaki kiri saat pertama kali melangkah adalah ciri-ciri orang yang gampang digendam, karena cenderung menggunakan otak kanan daripada otak kiri. Adapun otak kiri bersifat menolak gendam.

Ia melanjutkan bahwa saat mengantri di suatu tempat usahakan posisi tubuh bagian kanan lebih tinggi. “Misalnya tangan. Usahakan tangan diposisikan di atas tangan kiri,” ujarnya. Di samping itu, menurutnya jangan pernah meladeni seseorang yang tidak dikenal dengan melakukan sesuatu yang hati kita menolak untuk melakukannya. “Karena orang yang digendam itu tahu dirinya digendam, tapi otaknya hanya berpikir keuntungan,” ujarnya.

Mengenai penggunaan kacamata untuk menangkal gendam, menurutnya tidak efektif, karena meski terhalang tembok sekalipun energi bisa tetap mengalir. “Saya bisa menghipnotis orang di sebelah tembok, bahkan orang yang sedang naik mobil pun bisa dihipnotis,” jelasnya. Paling aman menurutnya adalah ketika bertemu orang asing jangan beradu pandang lebih dari tiga detik.

Ia menjelaskan bahwa seorang penggendam biasanya memiliki trik khusus saat bertanya. “Kalau orang normal akan bertanya, selamat pagi? apa kabar? tinggal dimana?” ujarnya. Namun pertanyaan gendam agak membingungkan, misalnya selamat pagi, apa kabar rumah ibu?, atau nama rumah ibu dimana? dan sebagainya. “Mendapat pertanyaan yang tidak biasa, sepersekian detik, otak kita akan konslet. Nah dalam keadaan itulah disebut Critical Area kita terbuka, maka pengguna ilmu gendam bisa masuk,” ungkapnya.

Selanjutnya ahli hipnosis yang tinggal di Perumahan Gunung Sari Indah, Kebo Iwa Utara, Denpasar ini juga mengatakan bahwa gendam bisa dilakukan dengan sentuhan tiba-tiba yang bisa membuat kaget, seperti tepukan pada pundak. “Ini disebut shocking gendam,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa seseorang bisa kaget karena sedang melamun, pikiran kosong, atau sedang dalam tekanan. Oleh karena itu, apabila sedang dalam tekanan, usahakan agar jangan tinggal di tempat kosong sendirian, harus ada yang menemani,” jelasnya.

Ia mengaskan bahwa modal gendam hanya satu, yakni ketika melihat energi lawan bicaranya lebih lemah. Ciri-ciri orang yang lemah di antaranya adalah matanya sayu, alis matanya turun, pundak menurun, muka pucat. “Ini dipelajari betul oleh orang yang menggendam,” ungkapnya. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa orang yang menggendam bisa saja gagal. “Sehingga ia akan menepuk orang sebanyak-banyaknya orang yang dianggap lemah,” imbuhnya.

Oleh karena itu ia ingin meluruskan persepsi masyarakat agar tidak salah mengenai hipnosis dan gendam. “Tapi gendam pun bisa digunakan untuk hal yang baik, seperti menghapus ingatan tentang kejadian buruk, karena gendam bisa membuat orang memiliki ESP (Extra Sensory Perception atau persepsi yang baru terhadap sesuatu, red),” ungkapnya. Misalnya orang yang takut dengan ketinggian, bisa dibuat berani. Jadi menurutnya kembali ke penggunanya.

Di samping hipnosis dan gendam, ia mengatakan ada satu ilmu lagi yang berkaitan, yakni sihir. “Tidak seperti hipnosis yang memerlukan tahapan, sihir bisa dilakukan hanya dengan melihat seseorang,” ungkapnya. Namun, menurutnya itu hanya bisa dilakukan oleh orang zaman dahulu yang memiliki tingkat kesucian yang tinggi.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia