Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
Nusa Penida Festival 2019

Ngaturang Pakelem, Diiringi Rejang Renteng Massal

06 Oktober 2019, 18: 26: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ngaturang Pakelem, Diiringi Rejang Renteng Massal

REJANG RENTENG: Rejang renteng massal yang diikuti 1000 penari mengiringi ritual pakelem dalam pembukaan Nusa Penida Festival 2019 di Pesisir Banyar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung, Minggu (6/10). (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Nusa Penida Festival (NPF) ke-V yang digelar di pesisir Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung secara resmi dibuka Gubernur Bali I Wayan Koster, Minggu (6/10) pagi. Pembukaan ditandai pemukulan kentongan. Pembukaan diawali prosesi ngaturang pakelem bebek dan ayam di segara. Dipuput sulinggih serta diiringi Tari Rejang Renteng massal oleh sekitar 1.000 penari. Ritual pakelem tersebut merupakan bentuk kehormatan dan rasa syukur terhadap alam.

"Ngaturang pakelem dengan persembahan Tari Rejang Renteng sebagai terjemahan visi dan misi gubernur, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang salah satunya adalah segara kertih," terang Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Ngaturang Pakelem, Diiringi Rejang Renteng Massal

PAKELEM: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan ritual pakelem pada pembukaan Nusa Penida Festival 2019 di Nusa Penida, Minggu (6/10). (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Suwirta mengucapkan terima kasih kepada Koster karena menyempatkan diri membuka secara resmi festival yang akan berlangsung hingga Selasa (8/10) besok. Katanya, sejak digelarnya NPF, baru kali ini dihadiri gubernur. Bahkan hadirnya tergolong lengkap, didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekda Bali Dewa Made Indra dan beberapa pejabat di Pemprov Bali. "Beliau (gubernur) datang dengan kekuatan penuh," ujar Suwirta dalam sambutannya.

Menurut Suwirta, jika diibaratkan manusia, Nusa Penida itu sudah layak menyandang gelar profesor. Sebab Nusa Penida dengan sebutan The Blue Paradise Island tercatat mengantongi delapan status. Di antaranya kawasan konservasi perairan, kawasan strategis nasional hingga menjadi pulau kecil terluar. Hanya saja, dari semua status disematkan kepada Nusa Penida yang terdiri dari tiga pulau itu (Pulau Nusa Gede, Ceningan dan Lembongan), para menterinya belum maksimal bertanggungjawab. 

"Festival ini untuk promosi potensi yang ada," jelas Suwirta.

Suwirta menyebutkan banyak potensi wisata yang layak dikunjungi turis ke Nusa Penida. Namun demikian, pihaknya meminta masyarakat setempat tidak terlena karena banyak hal yang masih perlu dibenahi. Ia juga sempat menyinggung infrastruktur yang selama ini sering menjadi perbincangan.

 "Terkait infrastruktur, tentu kami terus bergerak, bergerak dan bergerak. Percayalah, pemerintah tidak tidur. Apalagi saya sendiri dari Nusa Penida," tegas bupati asal Dusun Ceningan, Desa Lembongan itu. Lanjutnya, untuk menata Nusa Penida butuh biaya besar. Sejauh ini pemerintah sudah membuat konsep jangka panjang menata Nusa Penida. Misalnya pembangun Pelabuhan Segitiga Emas agar pintu ke Nusa Penida benar-benar terkontrol.

Sementara itu, Koster mengungkapkan bahwa semenjak dilantik menjadi gubenur setahun lalu, baru kali ini hadir ke kabupaten bersama dengan wakil gubernur, sekda dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu, menurutnya sebagai komitmen terhadap pembangunan Provinsi Bali, Klungkung, dan Nusa Penida pada khususnya. Padahal secara politik, suara yang ia dapat saat pilgub tergolong rendah.

"Kecintaan terhadap Bali, Klungkung khususnya Nusa Penida tidak menurun," tegas politikus PDIP itu. Menurut Koster, Kabupaten Klungkung, Bangli, Jembrana, Buleleng dan Karangasem masih tergolong kabupaten tertinggal jika dibanding kabupaten lain di Bali. Nmaun banyak potensi bisa dikembangkan di Nusa Penida. Terdapat sejumlah pura di sana. Salah satunya Pura Dalem Ped. "Kalau ini kita bangun dengan serius, maka akan menjadi magnet, menarik masyarakat dunia datang ke Bali, khususnya ke Nusa Penida. Itu sebabnya sangat serius memikirkan pembangunan di Klungkung, Nusa Penida," terang Koster.

Pembukaan festival juga dihadiri Tenaga Ahli Bidang Pemasaran dan Kerjasama di Kementerian Pariwisata, Prof.  Gede Pitana, Panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Smaraputra, dan undangan terkait lainnya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia