Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tercatat Sebagai Perbekel Termuda, Andika Buat Terobosan Baru

06 Oktober 2019, 18: 52: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tercatat Sebagai Perbekel Termuda, Andika Buat Terobosan Baru

PERBEKEL : Perbekel termuda di Gianyar, I Made Andika, S.Kom ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Made Andika, S.Kom, 33, merupakan salah perbekel di Gianyar. Namun yang istimewa adalah Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini merupakan perbekel termuda di Gianyar. Meski merupakan perbekel termuda yang dilantik pada Oktober 2018 lalu, tetapi pada tahun pertama masa jabatannya, ia sudah menyelesaikan beberapa program kerja. Salah satunya adalah mengatasi sampah yang dibuang sembarangan.

“Saat ini kami masih dalam proses penanganan sampah agar Sayan bebas dari sampah yang berserakan di pinggir jalan. Kami buat bank sampah di masing-masing banjar. Namun dari delapan banjar, yang baru jalan hanya tiga banjar,” paparnya, Minggu (6/10).

Ia juga menyampaikan bahwa di areal Pasar Sayan sempat ada pengolahan sampah yang dibuat salah satu hotel, tetapi tidak jalan. Sampai saat ini sampah yang ada di Pasar Sayan, dekat kuburan pun kerap meluber sehingga menimbulkan bau tidak sedap sampai ke areal pasar.

Tidak jarang juga beberapa bungkusan plastik berisikan sampah dibuang di pinggir jalan dekat pasar sehingga membuat sampah menggunung. “Beberapa waktu lalu kami sudah memanggil komunitas peduli sampah di Bali untuk membantu membuat pengelolaan sampah di Sayan. Dipastikan, awal 2020 pengelolaan sampah itu sudah ada di sini,” tandasnya.

Sebagai Perbekel termuda di Gianyar, Andika telah membuat gebrakan baru, salah satunya adalah mengaktifan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seperti desa wisata water tubing dan warung bijaku yang ada di Banjar Ambengan. Lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Badung.

Selain itu, ia juga membuat program administrasi yang disebut dengan Sidilan (Sistem Informasi Digital Melayani). “Warga bisa mengurus surat-surat dari rumah melalui aplikasi di handphone. Warga tidak perlu menunggu lama, karena lima menit sudah jadi data-data yang diperlukan,” paparnya.

Selain itu, ia juga sudah menyelesaikan proses pavingisasi di seluruh banjar, di samping juga menelusuri sejarah Desa Sayan bersama tim yang dibentuknya.  “Untuk pendataan kemiskinan juga masih proses, dan kedepan kami akan membuat air minum dalam kemasan. Kami memanfaatkan sumber mata air yang ada di Banjar Penestanan. Rencananya juga akan dikelola BUMDes,” imbuh Andika.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia