Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik
Mengenal Kadek Agus Arya Wibawa

Anak Dokter, Anggota Dewan Empat Periode, Suara Tertinggi

06 Oktober 2019, 21: 24: 39 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Kadek Agus Arya Wibawa

I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E, M.M (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Nama I Kadek Agus Arya Wibawa benar – benar membumi di Kota Denpasar. Sosok muda, kalem, dan cerdas itu masuk sebagai kandidat Calon Wakil Wali Kota Denpasar yang digadang – gadang bertandem dengan Gusti Ngurah Jaya Negara, dengan sebutan paket Jaya – Wibawa.
Sorot matanya kadang serius, kerap melontarkan usulan-usulan yang sangat inspiratif terkait pembangunan Denpasar. Terakhir mampu merangkul semua Ketua Fraksi DPRD Kota Denpasar, untuk membangun pemerintahan Kota Denpasar yang teduh. Komunikasi lintas fraksi, di tangannya terbangun sangat bagus. Dialah I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar. Sosok muda yang sangat disegani di DPRD Kota Denpasar.
Jalan pajang karir politik Dek Agus tidak instan. Namun ada jejak panjang kaum marhaen di rumahnya, Banjar Ambengan, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Tak hanya dari dirinya membangun PDIP, namun jejak panjang sudah ditancapkan oleh sang ayah. Kadek Agus adalah anak kedua dari  pasangan  Prof. Dr. dr. Siki Kawiyana, FICS, Sp.B, Sp.OT(K) dan Ni Ketut Suwarningsih. Nama Dokter Siki tentu tak asing. Dia adalah Spesialis Konsultan Pediatric Orthopaedic. Ahli bedah tulang yang namanya paling hebat di Bali.
“Bapak saya Prof. Dr. dr. Siki, mungkin sebagian besar masyarakat Bali tahu. Beliau memiliki jejak panjang terkait PDI Perjuangan,” jelas politisi kelahiran 10 November 1975 ini.
Sosok muda Dokter Siki, adalah tokoh GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), yang adalah underbow dari PNI. Sangat aktif bahkan jalinan komunikasi dengan tokoh – tokoh PNI saat itu sudah terbangun. Namun ketika kiprahnya sebagai seorang dokter, yang memulai karier sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, tahun 1980, akhirnya tidak bisa leluasa untuk berpolitik, karena pegawai negeri. “Namun jalur perjuangan politiknya diserahkan ke saya, tentu dengan bimbingan bapak saya,” sambung alumnus SMA 1 Denpasar angkatan 1994 ini.
Kadek Agus remaja sudah aktif, ikut aktivitas pergerakan PDI Perjuangan walaupun era kebangkitannya dulu penuh tantangan. Penuh darah, keringat dan air mata, karena pemimpin yang berkuasa saat itu menekan tumbuhnya PDI Perjuangan.
"Saya ikut, bangun posko, kemudian merasakan bagaimana hebatnya soliditas partai saat itu. Gotong royong, dan tak pernah takut. Kongres yang pertama di Sanur, yang genting saya ikut,” kata suami dari Ayu Kristi Agustini SE, MM.
Ketika mulai semakin aktif di PDIP, Kadek Agus selalu dibimbing sang ayah. Ayahnya bahkan selalu men-support segala gerakan kepartaian, untuk membesarkan PDIP. Si anak dokter ini pun dikenalkan dengan tokoh-tokoh inti PDIP di Denpasar.
“Bapak mengarahkan terus, tokoh – tokoh hebat era itu, dititip pada tokoh – tokoh temannya, biar saya juga ditempa. Sampai saat ini, bapak saya selalu menasihati,” ungkap bapak tiga anak ini.
Kadek Agus sampai saat ini, selalu hormat dengan semua tokoh partai. Misalnya di Denpasar ada tokoh AA Ngurah Oka Ratmadi, kemudian ada tokoh AA Ngurah Puspayoga yang saat ini menjadi. Dan tokoh lainnya di Denpasar. Termasuk juga di tingkat Bali, ada tokoh Ketua DPD PDIP Bali yang juga Gubernur Bali Wayan Koster. “Saya sangat hormat dengan tokoh – tokoh hebat. Misalnya ada Pak Koster, atau juga tokoh seperti Cok Rat termasuk Ajunk Puspayoga. Bapak saya menanamkan hal demikian, mesti selalu hormat dan ingat Jas Merah (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah),” kata Alumnus Undiknas dan Magister Manajemen Unud ini.
Dengan pondasi ini, Kadek Agus Arya Wibawa mampu melesat bahkan duduk di DPRD Kota Denpasar saat berumur 26 tahun yaitu tahun 2004. Duduk Sebagai Sekretaris Komisi C, kemudian ketika Ketua Komisi C Gusti Ngurah Jaya Negara menjadi Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menggantikan menjadi Ketua Komisi C DPRD Kotan Denpasar tahun 2008. “Saya menjadi Ketua Komisi C dua periode, yang membidangi anggara dan keuangan,” ungkap alumnus SMP 1 Denpasar ini.
Selanjutnya tahun 2014-2019 menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Denpasar. Bahkan setelah empat periode menjadi Anggota DPRD Kota Denpasar, nama Kadek Agus Arya Wibawa tak pernah pudar. Bahkan semakin dicintai rakyat Denpasar. Catatan prestasi luar biasa ditunjukan olehnya, yaitu pada Pileg tahun 2019, mendulang suara tertinggi di Dapil Denpasar Selatan bahkan sekaligus tertinggi di DPRD Kota Denpasar dengan perolehan suara 9.510 suara. Suara yang sangat fantastis terkait suara di DPRD Kota Denpasar. “Saya selalu rendah diri, berjuang tak pernah putus, akhirnya masyarakat masih mencintai saya. Memang saya memperoleh suara tertinggi di Kota Denpasar,” urai pria yang aktif sebagai tokoh adat di Pedungan ini.
Sedangkan karir di struktur partai, dirinya memulai dari bawah. Tahun 1992 – 1999 menjabat sebagai Ketua Anak Ranting, selanjutnya dipercaya menjadi Ketua Ranting Kelurahan Pedungan pada tahun Tahun 2000 – 2005. Selanjutnya tahun 2005 – 2010 menjadi Ketua PAC Denpasar Selatan, tahun 2010 – 2015 menjadi Sekretaris DPC PDIP Kota Denpasar. “Sampai sekarang masih dipercaya menjadi Sekretaris DPC PDIP Denpasar,” kata pria kalem yang sempat menjadi Ketua BMI (Banteng Muda Indonesia) Kota Denpasar ini.
Ada beberapa harapan besar terkait arah pembangunan Kota Denpasar darinya. Baginya pondasi pembangunan Denpasar sudah sangat bagus, diletakkan oleh Wali Kota Denpasar saat ini dan sebelumnya. Khususnya langkah – langkah hebat era saat ini IB Rai Mantra dan sebelumnya AA Ngurah Puspayoga. Bagaimana Puspayoga membangun konsep Kota Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya. “Saya masih ingat betul, kain endek bisa menggema seperti saat ini, dari ide cemerlang beliau Bapak Puspayoga saat menjabat wali kota,” sebut pria berkaca mata ini.
Kemudian ketika IB Rai Mantra menjadi wali kota juga sudah banyak yang ditorehkan. Misalnya memulai untuk membangun sungai yang bersih. Ke depannya, bagaimana agar Denpasar menjadi Kota Taman. Taman-tamannya indah, seperti Surabaya atau lebih indah lagi seperti Singapura. Membangun kota yang bersih, tamannya indah, kemudian menjadi habitat satwa untuk hidup. Menjadi wajah cantik ibu kota Provinsi Bali. “Denpasar itu ibu kota Bali, wajah dari pulau ini. Jadi harus cantik, bersih, indah. Dan mampu mewujudkan program Nangun Sat Kerthi Loka Bali, di Denpasar,” pungkas salah satu kandidat kuat Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa.

Baca juga: Diduga Mengantuk, Pemotor Masuk Got

(bx/art/hai/JPR)

 TOP