Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features

Sukses Lari Keliling Bali, Serka Astawa Sebut Berkat Terapi Sang Istri

07 Oktober 2019, 14: 50: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sukses Lari Keliling Bali, Serka Astawa Sebut Berkat Terapi Sang Istri

BANGGA: Serka I Dewa Gede Astawa dengan bangga mempersembahkan keberhasilannya menempuh 374 km lari keliling Bali. (NORIS SAPUTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

Di balik lelaki sukses pasti ada perempuan hebat. Adagium tersebut nampaknya tepat diberikan kepada Serka I Dewa Gede Astawa yang selalu memuji dan membanggakan istrinya atas kesuksesannya berlari keliling Pulau Bali dengan menempuh 374 kilometer.

HARIAN NORIS, Denpasar

KETIKA diwawancara oleh awak media saat finis di Bajra Shandi, Renon Sabtu lalu (5/10) prajurit Pangdam IX Udayana ini berkata dengan haru bahwa kesuksesannya menyelesaikan misi ini tidak bisa lepas dari peran istri tercintanya. “Saya dalam kesempatan ini, mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Istri saya tercinta, yang setia mendampingi saya selama ini, menyediakan apa yang saya perlukan selama berlari, dari mulai persiapan dan sepanjang perjalanan hingga finis,” cerita Serka Astawa dengan haru.

Diketahui Serka Astawa yang juga Babinsa Desa Buahan, Kintamani, Bangli ini merupakan prajurit TNI yang memiliki prestasi lari sejak dulu. Astawa pernah menjuarai lomba lari sejak tahun 2001 ketika Tontangkas AD 2001 dan yang paling dekat dia menjuarai Riau Ultra Merdeka Run, dia keluar sebagai juara 1.

Astawa mengungkapkan rahasianya sukses selama ini tidak lepas dari latihan yang keras dan disiplin yang tinggi serta dukungan keluarga khususnya sang istri. Istri Serka Astawa, Caossaprima Arista ketika dimintai keterangan tak banyak berbicara, Dia mengaku selalu menyediakan suaminya minuman sehat seperti kelapa muda dan teh selama ini.

“Saya selalu menyediakan teh, kelapa muda karena itu yang dia suka,” jawab Caosa kepada awak media. Selain menyediakan minuman dan makanan, untuk menjaga kondisi fisik sang suami, Caosa juga selalu menterapi suami sepanjang Etape 347 km  tersebut. “Saya ikuti dia berlari, setiap 100 km saya berikan terapi,” jelasnya kepada awak media ketika Konferensi pers pasca finish.

Serka Astawa pun mengakui hal tersebut, dia mengaku dengan setia istrinya menemani sepanjang etape yang mengelilingi seluruh kabupaten kota se- Bali tersebut. “Tanpa dia saya tidak bisa berdiri disini, setiap 100 KM dia menterapi saya,” jelasnya.

Astawa berlari mengeliling Pulau Bali selama 4 hari, dia memulai start pada (1/10) di Markas Komando Daerah Militer IX Udayana, Denpasar dengan dilepas langsung oleh Pangdam  Mayjend TNI Benny Susianto. Dia kemudian masuk di etape100 km pertama  Denpasar – Karangasem, 100 km kedua yang menempuh Karangasem – Buleleng, 100 km ke-3 untuk menaklukan Pantai Utara Buleleng – Jembrana. Kemudian pada hari terkahir Serka Astawa menyelesaikan etape Jembrana – Denpasar dengan jarak tempuh 74 km dan finis tepat ketika HUT TNI ke 74 pada Sabtu (5/10).

Ketika ditanya hambatan saat berlari, Astawa mengaku mengalami hambatan saat di lapangan dalam mempertahankan disiplin, dan kejenuhan yang kadang datang. “Terkadang saya depresi, stres, halusinasi di sepanjang jalan kadang tak terkontrol, jatuh, tapi saya terus coba bangkit dan berhasil,” jawabnya.

Kekaguman kepada Serka Astawa juga datang dari Pangdam IX Udayan Mayjen TNI Benny Susianto. “Saya mengikuti dia berlari di KM 255 Negara, dia sangat kuat, saya sanggup mengikuti 5 km,” jelas Benny.

Serka Astawa mengaku mempersembahkan keberhasilannya ini untuk kesatuannya TNI yang sedang berulang tahun. “Saya bangga bisa mempersembahkan capaian saya untuk Ulang Tahun TNI ke-74, tujuan saya juga untuk mengajak masyarakat luas untuk berolahraga dan hidup sehat,” tutup Astawa. 

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia