Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Cabuli Tiga Anak Panti Asuhan, Mantan Caleg Hanura Jadi Tersangka

07 Oktober 2019, 20: 04: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cabuli Tiga Anak Panti Asuhan, Mantan Caleg Hanura Jadi Tersangka

TERSANGKA: Kadek Pilipus saat ditemui di Mapolres Buleleng, Senin (7/10) siang. (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Masih ingat dengan kasus pencabulan yang dilakukan terhadap sejumlah anak panti asuhan di kawasan Gerogkak? Kini, aparat Satuan Reskrim Polres Buleleng akhirnya menetapkan Kadek Pilipus, 44 sebagai tersangka atas aksi bejatnya terhadap tiga anak asuhnya.

Ketiga korban masing-masing berinisial N yang saat itu masih berusia 16 tahun, R 14 dan S, 12. Ketiganya dicabuli oleh Pilipus sejak 2011 lalu, sebanyak kurang lebih 10 kali. Usut punya usut, aksi bejat tersangka akhirnya terbongkar, setelah salah satu korban mengaku telah dicabuli oleh Pilipus, kepada pegawai di panti asuhan tersebut, bernama Sokhinitona Hulu.

Kasus inipun akhirnya dilaporkan Sokhinitona Hulu ke Mapolres Buleleng, pada Desember 2018 lalu. Rupanya, setelah menjalani proses penyelidikan yang cukup lama, polisi pun akhirnya menetapkan Pilipus sebagai tersangka pada Jumat kemarin.

Pilipus yang ditemui di Mapolres Buleleng, Senin (7/10) tak menampik mencabuli ketiga korban saat malam hari, agar tidak diketahui oleh istrinya. Mereka disetbuhi di lokasi yang berbeda. Kadang di kamar mandi, di kamar, dan kadang pula di studio musik yang ada di panti asuhan tersebut.

Mirisnya, ketiga korban pun tak bisa menolak. Sebab, jika menolak, Pilipus mengancam akan mengeluarkan ketiga korban keluar dari panti. "Awalnya saya rayu, karena ada respons makanya saya cabuli. Saya tau mereka masih di bawah umur," ujar pria yang sempat mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Buleleng 2019 dari partai Hanura namun gagal.

KBO Reskrim Polres Buleleng Iptu Dewa Sudiasa mengungkapkan, tindakan cabul yang dilakukan oleh Pilipus yakni berupa meremas payudara korban, serta menggesek-gesekkan kelaminya di bagian alat vital korban.

Dari hasil visum, tidak ada luka di bagian kelamin korban. Sehingga pelaku murni hanya melakukan aksi pencabulan. “Saat ini kondisi korban baik-baik saja. Mereka sudah tidak tinggal di panti asuhan itu lagi," katanya.

Lanjut Sudiasa, jumlah korban yang mengaku telah dicabuli oleh Pilipus baru tiga orang. Untuk itu, ia pun mengimbau kepada anak asuh yang merasa pernah dicabuli oleh Pilipus, untuk segera melaporkan ke Mapolres Buleleng. "Panti asuhannya masih beroperasi sampai sekarang. Kami tidak memiliki kewenangan untuk menutup panti asuhan itu. Tersangka ini sebagai ketua yayasannya," jelas Iptu Sudiasa.

Sementara Pelaksana Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng, Riko Wibawa mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban, baik saat dilakukan pemeriksaan, di kepolisian, kejaksaan, hingga di pengadilan nanti. "Saat diperiksa, namanya anak-anak pasti ada perasaan trauma. Dengan adanya pendampingan saat pemeriksaan, rasa traumanya bisa diminimalkan," ucapnya.

Riko pun menyebutkan, masih ada beberapa kasus pelecehan seksual yang menimpa anak, yang belum tuntas ditangani Polres Buleleng. Salah satunya yaitu kasus yang terjadi di Kecamatan Banjar, dengan inisial korban ISU. Untuk itu, Riko pun berharap agar tunggakan kasus tersebut segera dituntaskan.

Akibat perbuatannya, Pilipus kini dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014, Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 5 Miliar.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia