Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ingin Pernikahan Berkesan, Jemput Mempelai Wanita Dengan Pick-up

07 Oktober 2019, 21: 02: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ingin Pernikahan Berkesan, Jemput Mempelai Wanita Dengan Pick-up

NIKAH : Putu Wiyasa Guna bersama Ni Kadek Dwi Payani diarak keliling desa menggunakan Pick-up, Senin (7/10). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Menjemput mempelai wanita dengan mobil mewah merupakan suatu hal yang lumrah. Namun berbeda dengan mempelai pria asal Dusun Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, I Putu Wiyasa Guna, 28. Ia menjemput pujaan hatinya Ni Kadek Dwi Payani, 26, menggunakan mobil bak terbuka alias pick-up.

Senin (7/10) merupakan hari berbahagia bagi pasangan yang berasal dari satu dusun tersebut. Kesederhaan pun tak mengurangi kebahagiaan mereka. Wiyasa Guna dengan wajah sumringah, diantar oleh keluarganya, menjemput Dwi Payani ke kediamannya yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah Wiyasa Guna menggunakan mobil bak terbuka alias pick-up yang sudah dihias menggunakan janur.

Mobil pick-up berwarna hitam degan nomor polisi DK 9287 GI itu juga diisi dua kursi pengantin yang dihias. Kedua kursi diduduki oleh kedua mempelai, sedangkan sejumlah kerabat juga ikut naik untuk mendampingi kedua mempelai.

Setelah berada di atas mobil pick-up, kedua mempelai diarak keliling desa. Terik matahari pun tak menghalangi mempelai dan keluarga merayakan hari bahagia di atas mobil yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang tersebut.

Menurut Wiyasa Guna, hal itu dilakukannya untuk menunjukkan jika pernikahan tidak harus dilakukan dengan mewah sehingga terkesan memaksakan. Karena pernikahan bisa saja dilakukan sederhana tanpa mengurangi maknanya. "Ya agar memperlihatkan bahwa pernikahan bukan sesuatu yang mewah, bisa sederhana,” tegasnya.

Bahkan, kata Wiyasa Guna, acara pernikahannya memang sudah direncanakan sejak masa pacaran. Ia ingin agar pernikahannya unik dan berkesan. "Memang sudah kami rencanakan sejak pacaran, sudah sekitar sembilan tahun lalu, biar unik," imbuhnya.

Sebelum menjemput mempelai wanita, pengantin pria terlebih dahulu melakukan upacara ritual pernikahan menurut agama Hindu di rumah mempelai wanita, atau ngidih.

Sementara itu, mempelai wanita Ni Kadek Dwi Payani mengaku tak masalah jika dijemput degan meggunakan mobil pick-up.  “Malahan senang karena bisa diarak keliling desa,” ungkapnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia