Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Hanura Ngotot Usung Paket Adik Bupati dan Sekda Bangli

08 Oktober 2019, 20: 38: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hanura Ngotot Usung Paket Adik Bupati dan Sekda Bangli

FOTO BARENG: Ketua DPC Hanura Bangli I Nengah Sugiman (dua dari kiri) foto bersama Subrata (dua dari kanan) (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Meskipun hanya memperoleh satu kursi di DPRD Bangli, Partai Hanura tetap percaya diri memunculkan figur yang akan diusung pada Pilkada Bangli 2020. Yakni I Made Subrata, perbekel Bunutin, Kecamatan Kintamani yang juga adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar.

Subrata didorong menjadi calon bupati Bangli berpaket dengan Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra. Untuk membuktikan komitmennya tersebut, Ketua DPC Hanura Bangli I Nengah Sugiman, didampingi sekretaris I Made Putra Laksana dan Bendahara Sang Ketut Suwija bertemu dengan Subrata, Selasa (8/10).  

“Kami lebih condong calon bupatinya Subrata ketimbang Gus Giri (Ida Bagus Gde Giri Putra),” jelas Sugiman.

Subrata dijagokan merebut kursi Bangli satu tidak terlepas dari asalnya, yakni Kintamani. Dilihat dari jumlah penduduk, Kecamatan Kintamani termasuk paling banyak dibandingkan tiga kecamatan lain di Bangli. Dengan mencalonkan bupati dari Kintamani, diyakini akan membangkitkan fanatisme kewilayahan di kecamatan paling utara itu.  Selain itu, Subrata dengan pengalaman sebagai perbekel akan mudah “dijual” di masyarakat.

Namun sadar dengan satu kursi di dewan jauh panggang dari api untuk mengusung calon, Hanura menjajaki koalisi dengan partai politik (parpol) lain pemilik kursi DPRD Bangli di luar PDIP. Terutama Partai Golkar dengan enam kursi yang secara aturan sudah bisa mengusung calon sendiri. “Kami sudah komitmen all out mendukung Subrata. Kalau Golkar ada pilihan lain, kami akan menarik diri,” tegas Sugiman.

Mantan anggota DPRD Bangli ini pun menegaskan komunikasi dengan partai lain seperti Demokrat, Nasdem, Gerindra dan PKPI terus terjalin untuk mengantarkan Subrata menjadi calon bupati Bangli.  “Komunikasi sudah dilakukan secara intensif,” imbuh Putra Laksana.

Sementara itu, Subrata tidak ngotot harus jadi calon bupati. Tidak menjadi persoalan, jika dia harus menjadi calon wakil. Tergantung hitung-hitungan politik parpol pengusungnya nanti, termasuk aspirasi masyarakat. “Yang penting bisa menang,” tegas Subrata.

Subrata mengakui, sejauh ini pihaknya sudah gencar menjalin komunikasi dengan sejumlah partai. Termasuk figur yang mulai bermunculan.  Di antaranya Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, dan politikus senior PDIP yang juga mantan ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. “Iya, sudah komunikasi terus,” ungkap Subrata.

Seperti diketahui, untuk mengusung calon bupati, parpol minimal telah memenuhi persyaratan perolehan 20 persen (enam kursi) di dewan. Berdasarkan perolehan kursi di DPRD Bangli, Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan sebelumnya mengatakan, potensi ada tiga pasangan calon (paslon) bupati pada Pilkada 2020. PDIP dengan 16 kursi bisa mengusung paslon sendiri. Begitu pula Partai Golkar dengan enam kursi juga bisa mengusung sendiri. Sedangkan beberapa parpol lain memungkinkan berkoalisi mengusung paslon.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia