Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kapolresta Denpasar Minta Waspadai Kelompok Antipemerintah

09 Oktober 2019, 21: 43: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kapolresta Denpasar Minta Waspadai Kelompok Antipemerintah

GELAR PASUKAN: Jelang pelantikan presiden, Polresta Denpasar gelar pasukan di Bajra Sandhi. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang pelantikan presiden 20 Oktober 2019, Polresta Denpasar menggelar Apel Mantap Brata. Ini demi pengamanan pelantikan presiden dan mencegah peristiwa yang tidak diinginkan terjadi menjelang pelantikan tersebut, khususnya di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Apel yang digelar Rabu (9/10) di Bajra Sandi, Renon diikuti 600 personel Polresta Denpasar.  Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan dalam pengarahannya menekankan untuk mewaspadai dan mengantisipasi gerakan yang mengarah pada penggagalan pelantikan presiden.

 “Waspadai upaya tindakan provokasi, propaganda oleh kelompok yang tidak suka terhadap pemerintah dalam pelaksanaan program dan kebijakan selama lima tahun, baik secara langsung atau melalui media sosial, cetak maupun mainstream,” papar Ruddi di hadapan 600 pasukannya.

Dia juga menekankan seluruh pasukan menggunakan  aplikasi Salak Bali, agar koordinasi mudah dilakukan dan keberadaan petugas bisa dipantau. “Seluruh pasukan saya instruksikan untuk mengaktifkan aplikasi Salak Bali, agar keberadaannya bisa dipantau,” lanjutnya.

Ruddi yang pernah menjabat sebagai Kapolres Badung ini menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai dan mengawasi kelompok masyarakat yang berniat berangkat ke ibu kota dengan tujuan bergabung dengan kelompok massa yang berusaha menggagalkan pelantikan presiden.

“Antisipasi pergerakan orang, kelompok/komunitas yang akan berangkat ke Jakarta melalui transportasi darat, laut dan udara, yang akan bergabung dengan kelompok tertentu yang ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” paparnya.

Ditemui di sela peninjauan kelengkapan Alusista Polresta Denpasar, Ruddi menjelaskan maksud penyampaian amanatnya adalah untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, khususnya menjaga kemanan Bali yang merupakan tujuan pariwisata.

“Kami mengantisipasi hal tersebut, memang sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi adanya unjuk rasa menjelang pelantikan presiden maupun yang berangkat ke Jakarta. Kami antisipasi khususnya kriminalitas. Makanya setiap hari kami patroli,” jawabnya di hadapan awak media.

Indikasi adanya penggagalan pelantikan presiden memang masih menjadi isu di media sosial. Adanya isu demo besar-besaran pada tanggal 17 Oktober, 3 hari menjelang pelantikan presiden, masih simpang siur. Isu yang beredar mahasiswa menagih janji presiden untuk menerbitkan Perppu KPK yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia