Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dewan Bangli Dukung Peningkatan Gaji PTT dan GTT

10 Oktober 2019, 12: 06: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Bangli Dukung Peningkatan Gaji PTT dan GTT

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa menanggapi rencana Pemkab Bangli meningkatkan pendapatan pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) dari Rp 1.250.000 menjadi Rp 2,2 juta. Sudiasa sepakat peningkatan gaji tersebut, mengingat gaji yang didapat saat ini jauh di bawah upah minimum kabupaten (UMK) Bangli. Namun demikian, Sudiasa meminta pihak eksekutif melakukan kajian matang.

Menurut Sudiasa, besaran peningkatan perlu dikaji secara komprehensif, karena melihat APBD kabupaten yang terbatas. Di sisi lain, untuk meningkatkan pendapatan sebagaimana rancangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) butuh anggaran besar, yakni Rp 44,9 miliar. “Lihat kemampuan keuangan daerah. Kemampuan keuangan daerah saat ini dikatakan rendah,” terang anggota komisi III tersebut, Rabu (9/10) kemarin.

Jika dalam pembahasan APBD 2020 disepakati peningkatan pendapatan tersebut, maka harus dibarengi peningkatan kinerja. Tidak ada lagi PTT dan GTT bermalas-malasan. Misalnya datang ke kantor untuk absen saja sebagaimana yang dilakukan sejumlah pegawai non-PNS itu saat ini. “Ini personal. Banyak tidak optimal bekerja. Contohnya datang jam 7 pagi absen. Jam 9 sudah pulang. Jam 3 balik lagi ke kantor absen pulang,” terang Sudiasa.

Harapannya, pegawai tersebut agar lebih maksimal mengabdikan diri membangun Bangli. Bagi yang tidak disiplin, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tempat pegawai bertugas diharapkan bisa memberikan sanksi tegas. “Saat ini sanksinya gabeng semua. Kalau itu dibiarkan akan berimbas terhadap yang lainnya,” tandas Sudiasa.

Seperti diketahui, Pemkab Bangli berencana meningkatkan pendapatan PTT dan GTT yang jumlahnya 1.702 orang. Mereka yang sekarang digaji Rp 1.250.000 per bulan, dirancang naik menjadi Rp 2,2 juta pada 2020. Jika rancangan itu disetujui, berarti dalam setahun APBD kabupaten yang dirogoh untuk membayar pegawai itu Rp 44.932.800.000.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bangli I Nyoman Widiana sebelumnya menegaskan, peningkatan itu menindaklanjuti keinginan Bupati Bangli I Made Gianyar yang menginginkan PTT dan GTT mendapat gaji Rp 2 juta. Pihaknya tidak melakukan kajian mendalam, sehingga didapat angka peningkatan Rp 950 ribu. Bappeda sebatas mempertimbangkan kewajiban tenaga kontrak menjadi pesertanya BPJS Kesehatan dan Ketenagkerjaan, sehingga gajinya dirancang menjadi Rp 2,2 juta. “Setelah dipotong BPJS, gaji yang dibawa pulang sekitar Rp 2 jutaan lah. Gaji Rp 2 juta itu komitmen bupati,” ungkap Widiana, Selasa (8/10) lalu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia