Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award, Jembrana Terbaik Ketiga

10 Oktober 2019, 22: 47: 08 WIB | editor : Nyoman Suarna

Penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award, Jembrana Terbaik Ketiga

TERBAIK KETIGA: Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, I Komang Suparta (dua dari kanan) seusai menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award di Gedung Wiswa Shaba Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis ( (HUMAS PEMKAB JEMBRANA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Pemkab Jembrana  meraih peringkat ketiga Penghargaan Keterbukaan Informasi Bali Award (Pemeringkatan Badan Publik) oleh Komisi Informasi Provinsi Bali tahun 2019. Penghargaan diberikan serangkaian Hari Hak untuk Tahu (Right Know Day) untuk kabupaten/kota se-Bali.

Tahun ini peringkat pertama diraih Kabupaten Badung, peringkat kedua diraih Kotamadya Denpasar. Turut hadir pada penyerahan penghargaan Kamis (10/10), Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, pimpinan DPRD Bali dan Ketua Komisi Informasi Bali. Penghargaan diserahkan langsung Ketua Komisi Informasi Bali, I Gede Agus Astapa kepada Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, I Komang Suparta di Gedung Wiswa Shaba Utama, Kantor Gubernur Bali.

“Kegiatan ini terlaksana sesuai dengan tupoksi Komisi Informasi untuk melakukan evaluasi terkait dengan layanan informasi kepada masyarakat. Sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008, sangat jelas dikatakan ada dua komponen yang harus terlibat aktif yakni badan publik dan masyarakat. Badan publik itu harus terbuka,” terang Agus Astapa.

Sedangkan Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, I Komang Suparta mengungkapkan rasa syukurnya, karena OPD pimpinannya meraih prestasi pada evaluasi ini. Raihan disebutnya juga tak lepas dari dukungan pimpinan daerah, dalam bentuk sarana prasarana yang menunjang pelayanan perizinan di Kabupaten Jembrana. Terutama dalam memberikan pelayanan informasi yang maksimal untuk memudahkan masyarakat. “Kami bersyukur atas penghargaan ini, walaupun belum maksimal dan mesti disempurnakan lagi dimasa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya keterbukaan informasi sangat penting, karena selaku pejabat publik harus memberikan informasi seluas-luasnya. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat juga akan diuntungkan, terutama di dinas yang terkait dengan kemudahan mengakses informasi dalam rangka penanaman modal. “Harapannya dengan akses infomasi yang makin mudah, mereka bisa tahu apa yang diperlukan akan mendukung peningkatan penanaman modal, serta kesejehateraan ekonomi juga akan meningkat,” paparnya.

Kemudahan pelayanan informasi itu dijelaskannya sudah dilakukan di bidang pelayanan perizinan dengan memberikan akses seluas-luasnya. Di antaranya informasi terkait izin yang dilayani, termasuk biaya yang dikeluarkan sudah terpampang jelas. Sehingga masyarakat mendapat kepastian informasi melalui perangkat informasi, baik yang ada di PTSP atau secara on line, serta dukungan OPD teknis di front office.

“Tidak ada lagi izin-izin ditangani OPD, karena sudah satu pintu, dan sudah menjadi komitmen pimpinan daerah. Pemohon dapat penjelasan dan kepastian secara langsung. Sehingga dalam memberikan layanan, jangan sampai mempersulit pemohon dan adanya kepastian,” ujarnya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia