Rabu, 26 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

PAD Sektor Pariwisata Anjlok, Dewan Cium Kebocoran Retribusi

11 Oktober 2019, 13: 53: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

PAD Sektor Pariwisata Anjlok, Dewan Cium Kebocoran Retribusi

BESAKIH: Wisatawan di Pura Besakih. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem di sektor pariwisata ternyata tidak sesuai harapan. Sampai triwulan ketiga, PAD dari sektor ini tidak juga mencapai target, dari yang dipatok sekitar Rp 15,5 miliar.

Berdasar data yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), dari target Rp 15,5 miliar tersebut, pemerintah baru mampu meraup sekitar Rp 2 miliar. Kondisi tersebut memantik reaksi Komisi IV DPRD Karangasem. Dewan menuding ada kebocoraan retribusi di sumber pendapatan tempat rekreasi dan olahraga.

Ketua Komisi IV DPRD Karangasem Nyoman Rena meminta ekekutif bergerak cepat. Dia menyarankan agar pemerintah melakukan penjajakan terhadap semua perusahaan yang bergerak di bidang akomodasi wisata mandiri. “Ini sudah masalah. PAD harus terus digenjot, dan saya harap ada terobosan apa saja selama memungkinkan untuk naik,” tegas politisi Golkar ini, Kamis (10/10) kemarin.

Sedangkan anggota DPRD Fraksi PDIP Wayan Suastika mengaku prihatin PAD dari dua sektor andalan terus menurun. Kata dia, pemerintah tidak boleh bertindak wajar dengan melihat pendapatan dari galian dan wisata menurun. Sebab dua sektor itu adalah pendapatan tertinggi dari sumber pendapatan lain di Karangasem.

Suastika menuding ada yang tidak beres dan mendorong eksekutif atau Dinas Pariwisata mengecek penyebabnya. “Cari solusinya. Kalau terus begini, akan bermasalah buat keuangan daerah. Jangan sampai ada kongkalikong,” sentil Suastika.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Karangasem Made Cekeb merinci, terdapat 14 jenis destinasi wisata menjadi sumber retribusi daerah. Diantaranya Pantai Pasir Putih, Labuan Amuk, Jasri, Kecamatan Kubu, Bukit Lempuyang, wisata rafting, Pantai Jemeluk, dan Pura Besakih. Sementara itu, objek wisata yang belum bisa dipungut retribusinya tapi sudah diberi target, diantaranya objek wisata Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Di objek ini masih berlaku sistem donasi. 

Cekeb menyebut, ada banyak penyebab target pendapatan tak mampu tercapai. Salah satunya beberapa objek wisata yang belum bisa dipungut retribusi, dipaksakan masuk ke objek penghasil. Sehingga penghasilan yang diperoleh dari beberapa objek tersebut belum bisa memenuhi target. Dengan kata lain, tidak sesuai harapan.

“Pencapaiannya belum mampu terpenuhi. Apalagi Pura Besakih yang sudah dipunguti pengelola. Objek-objek baru kebun bunga di Besakih, Pantai Pasir Putih, Pantai Jasri, lalu Pura Lempuyang,” tandasnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia