Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon
The Voice Indonesia

Babak Battle Bangkitkan Harapan

11 Oktober 2019, 21: 59: 31 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Babak Battle Bangkitkan Harapan

MANTAP : Gus Agung makin merasa mantap tekuni musik. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gus Agung, wakil Bali di ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2019 terus melaju, setelah lolos dalam sistem knock out yang ditayangkan GTV, Kamis (10/10) malam. Gus Agung masuk dalam tujuh peserta terpilih dari 15 peserta babak knock out yang digelar di panggung indoor GTV Jakarta, termasuk Suci, wakil Bali dari Singaraja.

Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana ini, lolos ajang The Voice Indonesia musim keempat hingga sampai di tahap battle ini benar-benar di luar ekspektasinya. Terlebih awalnya ia ikut kompetisi ini secara gambling dan tak banyak berharap. Karena itu,sejak awal pria bernama lengkap Ida Bagus Agung Saka Gotama ini, siap menerima apapun hasilnya kelak. Namun, tak ditampiknya ada optimisme meraih peluang ke puncak di ajang pencarian bakat ini.

Di sisi lain, Gus Agung menilai ada yang lebih penting dari itu, yakni bagaimana menimba pengalaman sekaligus membuka channel dan menambah relasi. "Setelah mengenyam pengalaman di The Voice Indonesia, saya ingin membuat lagu sendiri dan mengeluarkan single. Saya juga ingin membuat band yang genrenya bisa menyesuaikan dengan musik musik yang berkualitas,” ungkap pria kelahiran Sanur ini di sela-sela acara gathering sekaligus nonton bareng di Sanur, kemarin.

Gus Agung mengaku bersyukur karena perjalanannya di The Voice Indonesia di luar dugaan, karena di awal pendaftaran ajang pencarian bakat ini, tidak berharap banyak. Alumni SMAN 1 Denpasar ini mengaku mengetahui pendaftaran ajang pencarian bakat di dunia tarik suara ini dari Instagram.

Berbekal informasi tersebut dan ditemani seorang teman dan saudaranya, Gus Agung pun mendaftar ajang The Voice Indonesia. "Awal mendaftar saya sudah sangat pesimis karena mendapat nomor 300. Makanya, setelah menunggu sampai pukul 11.00, saya memutuskan untuk pulang karena lapar dan tidak mengikuti audisi," urainya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin di Sanur.

Entah kenapa, setelah makan siang, satu jam kemudian ia dan temannya memutuskan untuk iseng lagi kembali ke tempat audisi, dan menunggu sejenak. Akhirnya pukul 16.00, Gus Agung mendapat giliran audisi dan membawakan tiga lagu, The Man Who Can’t Be Moved, I Still Love You, dan Bento. Penampilan pria kelahiran Denpasar 23 Maret 2001 menarik perhatian juri hingga diberi kesempatan masuk ke babak selanjutnya.

Namun, hasil audisi kedua tidak diumumkan pada hari itu juga. Bahkan, sebulan lamanya setelah audisi, Gus Agung tidak mendapat kabar apapun dari pihak GTV. “Saya justru merasa tidak ada beban, karena saya tidak perlu lagi menunggu ketidakpastian.  Awalnya saya malu untuk tampil di televisi. Tapi siapa sangka, sebulan kemudian saat sedang berlibur di luar negeri, saya mendapatkan kabar yang mengejutkan dari pihak GTV kalau saya lolos ke babak blind audition," lanjutnya.

Ada kejadian unik ketika Gus Agung mengetahui dirinya lolos audisi, gejala nervous menjangkitnya. Seperti diakuinya, ketika mendengar pengumuman tersebut, seketika demam, sakit perut dan akhirnya jatuh sakit karena nervous dan tidak percaya. "Tetapi pada akhirnya saya bersemangat dan melanjutkan perjalanan saya di The Voice Indonesia,” cerita Gus Agung yang membawakan lagu Yellow dari Coldplay saat tampil di episode blind audition, 29 Agustus 2019 lalu.

Selain sempat jatuh sakit, pengalaman buruk juga sempat dialami Gus Agung pada babak sebelumnya, ketika akan tampil sempat mengalami pendarahan pada pita suaranya. Namun karena tekad yang kuat, Gus Agung bisa tampil  dengan baik dan suaranya tidak mengalami gangguan sama sekali.

Sebelum dikenal sebagai salah satu kontestan The Voice Indonesia, pengalaman bernyanyi dari putra pasangan Ida Bagus Oka Kresna dan dr I Gusti Agung Ayu Decy Pratiwi ini sudah sering tampil di beberapa festival yang diselenggarakan di Denpasar. Seperti Sanur Festival, Denpasar Festival, dan beberapa festival lainnya.

Seperti kebanyakan orang, Gus Agung yang tengah kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana ini sudah mulai gemar menyanyi sejak kecil, sekitar umur lima tahun. Namun kegemarannya itu sekadar kegemaran biasa. Beberapa kali pula ia sempat mengikuti lomba lagu pop antar SMP, tapi belum berkesempatan mendapatkan juara utama, paling mentok Juara Harapan.

"Melalui ajang The Voice Indonesia, saya berharap musik bisa menjadi masa depan saya. Saya ingin menimba ilmu tentang musik, baik itu teknik bernyanyi dan kesiapan mental," harapnya.

Berkat arahan coach Armand Maulana, yang akhirnya juga dijagokan vokalis Gigi ini, Gus Agung harus beradu lagi di babak battle. Di babak knock out di The Voice Indonesia di Jakarta, Gus Agung memilih lagu 'Killing Me Softly'. Lewat lagu milik The Fugees yang dibawakan pria kalem ini, akhirnya berhasil menyisihkan rival beratnya, William, yang berada di tim Armand.

Bila saja saat babak knock out gugur, Gus Agung sejatinya sudah siap siap diselamatkan dan diambil tim Vidi-Nino. Namun, Armand Maulana memang ternyata memutuskan mengambil dan menjagokan Gus Agung. "Bersyukur lolos, karena William pesaing berat. Bahkan, saya sudah menyiapkan kata kata perpisahan bila tak lolos," akunya. Perjuangan belum selesai, masih ada tahapan yang makin berat bertarung di babak battle.

Menurut rencana Gus Agung harus sudah berada di Jakarta 19 Oktober, dan 24 Oktober ini akan mulai live round, namun kapan pastinya tampil belum diketahui. "Mohon doa dan dukungannya, agar bisa diberikan yang terbaik," pinta Gus Agung.

(bx/gek/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia