Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis
OTOMOTIF

MoVe, Wadah Penggemar Vespa Modern

12 Oktober 2019, 11: 14: 07 WIB | editor : I Putu Suyatra

MoVe, Wadah Penggemar Vespa Modern

MELAJU: Kegiatan touring MoVe Indonesia Chapter Bali yang digelar rutin. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Mendengar nama Vespa maka hal pertama yang terlintas adalah kesan retro. Vespa tidak saja menjadi kendaraan yang identik dengan kata klasik dan uzur. Sebelumnya, Vespa memang cenderung hanya digemari komunitas tertentu. Namun, belakangan, seiring kemunculan beragam produk anyarnya, penggemar Vespa makin meluas.

Desain retro yang dipertahankan makin cantik dengan kombinasi aksen-aksen dan fitur modern. Apalagi Vespa lebih percaya diri hadir dengan warna-warna yang berani sehingga diminati oleh kaum milenial.

Berbicara mengenai Vespa, saat ini di Bali sudah banyak terdapat komunitas Vespa yang merupakan wadah dari pencinta Vespa. Selain komunitas Vespa klasik, di Bali juga ada komunitas pencinta Vespa modern atau yang dikenal dengan nama Komunitas MoVe. Siapa itu MoVe dan apa saja kegiatannya?
MoVe Indonesia Chapter Bali adalah Komunitas pencinta modern Vespa, nama MoVe itu sendiri dikatakan IB Krisna Surya Wardana, Ketua MoVe Indonesia Chapter Bali adalah kependekan dari Modern Vespa. "Komunitas ini berdiri sejak tahun 2011 lalu, tepatnya pada bulan September dan MoVe Bali adalah pionir dari MoVe Indonesia," jelasnya.

Saat ini MoVe Chapter Bali beranggotakan sebanyak 70 orang anggota. Dikatakan Gus Krisna, pada anggota berasal dari seluruh Bali yang merupakan pemilik Vespa modern yang di Bali. Terkait klub Vespa modern sendiri, Gus Krisna mengatakan saat ini di Bali terdapat sebanyak 18 klub Vespa modern.

Lantas apa saja kegiatan dari MoVe Indonesia Chapter Bali ini? Ketika ditanya demikian, Gus Krisna mengatakan aktivitas yang dilakukan MoVe Indonesia Chapter Bali sangat beragam, mulai dari touring, charity hingga aksi sosial sosial lainnya. "Untuk kegiatan, kami memiliki beragam kegiatan, namun demikian tidak saja yang sifatnya fun seperti touring dan kopdar, namun ada juga kegiatan sosial," jelasnya.

Salah satu bentuk kegiatan sosial yang dilakukan komunitas ini antara lain, memberikan sumbangan ke panti asuhan ataupun ke panti jompo yang ada di Denpasar. Untuk waktunya, Gus Krisna mengatakan dilakukan pada hati-hari perayaan keagamaan, seperti momen hari Raya Galungan atau Momen bulan puasa. "Kegiatan ini dilakukan rutin dan dalam setahun dilkukan beberapa kali, sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati," paparnya. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia