Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Teroris Jaringan Abu Rara Kos di Denpasar, Siap Beraksi dengan Panah

13 Oktober 2019, 20: 38: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Teroris Jaringan Abu Rara Kos di Denpasar, Siap Beraksi dengan Panah

TERORIS : Kapolda Bali Irjend Pol Petrus Reinhard Golose saat memberikan keterangan terkait terduga teroris jaringan JAD yang tertangkap, usai sembahyang Minggu (13/10). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tertangkapnya dua terduga teroris jaringan Jama'ah Anshorut Daulah (JAD) dipertegas kembali oleh Polda Bali sebagai hasil pemantauan yang selama ini dilakukan. Ternyata mereka sudah observasi lokasi, untuk aksi teror dengan panah dan lainnya.

Kapolda Bali Irjend Pol Petrus Reinhard Golose menegaskan hal tersebut ketika dimintai keterangan oleh awak media pada Sabtu (12/10). Polisi dengan panggilan PRG ini menjelaskan bahwa selama ini Tim CTOC berkoordinasi dengan Mabes Polri dan BNPT sudah melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik terduga teroris AT dan ZAI.

"Kami melakukan pemantauan (observasi) kepada mereka. Pada waktu kejadian, yang kami tahu bersama (penikaman Wiranto), kami langsung berdiskusi, mengambil tindakan responsif," jelas Golose di sela-sela latihan menembak.

Kapolda Bali yang menjabat sejak 2016 ini menerangkan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap dua terduga teroris tersebut karena jaringannya sudah melakukan pergerakan.

"Kami tidak mau ambil resiko, karena jaringan mereka sudah bergerak. Kami pun melakukan replaning and exsecution. Kami menangkap mereka ketika hendak meninggalkan Bali, itu terjadi pada pukul 02.35 pagi (dini hari)," jelas Golose.

Ketika dikonfirmasi sudah berapa lama dua terduga tersebut tinggal di Bali, Golose menjawab diplomatis. " Sudah beberapa lama, yang jelas kami menjaga masyarakat Bali, Anda semua, warga Bali, tourist agar nyenyak tidurnya. Biarkan kami yang tidak tidur," jawabnya diplomatis.

Sementara itu, hasil penelusuran para awak media, terduga teroris tersebut sempat tinggal dan kost di Denpasar. Tepatnya di Jalan Sedap Malam Nomor 11, Denpasar. Tentu hal tersebut mengagetkan masyarakat Bali.

Kapolda yang juga memiliki latar belakang BNPT ini menjelaskan, dua terduga yang tertangkap ini merupakan satu jaringan dengan Abu Rara yang menyerang Menko Polhukam Wiranto. "Mereka masih satu jaringan dan sering berkomunikasi," jawab Golose.

Tak hanya itu, pola baru yang digunakan teroris jaringan Jama'ah Anshorut Daulah (JAD) dengan aktif membuat propaganda di media sosial, seperti grub WA. Golose menjelaskan kondisi ini Minggu (13/10) di sela-sela acara persembahyangan di Pura Linggarcana Mapolda Bali. "Mereka aktif membuat propaganda dan komunikasi melalui media sosial, seperti mereka ada grub menanti kedatangan Imam Al-Mahdi. Oleh sebab itu, kita tidak boleh kalah. Kami berbicara seperti ini mereka juga monitor," jelas Golose.

Al-Mahdi yang dimaksud oleh para teroris ini adalah juru selamat yang mereka pelintir dalam salah satu ajaran agama. Golose juga membeberkan bahwa pemeriksaan terhadap dua terduga teroris yang ditangkap di Bali ini, dilakukan secara pararel antara Dirkrimsus Polda Bali bersama Densus 88.

" Karena ada kaitannya dengan jaringan Abu Rara dan di beberapa daerah lainnya, maka penyelidikan dilakukan bersama-sama antara Dirkrimsus Polda Bali dan Densus 88," beber Irjend Pol Golose.

Dari hasil penyelidikan yang dilalukan terhadap dua terduga teroris AT dan ZAI, diketahui, mereka sudah melakukan observasi target penyerangan di Bali. "Mereka sudah menentukan target dan melakukan observasi di Bali. Mereka juga sudah menyiapkan busur, panah dan sebagainya," beber Golose.

Tim Densus 88 dan CTOC Polda Bali juga mengaku melakukan pemantauan selama lima bulan terhadap jaringan JAD di Bali ini. "Lima bulan anggota saya melakukan pemantauan, melakukan preventif strike. Namun tentunya kami proses orang dengan criminal justice proses. Penangkapan juga harus didukung dengan alat bukti. Dia baru komunikasi di sosial media, itu juga kami sudah pantau melalui Cyber Terorism," papar golose.

Ada info menyebutkan, rencana sasarannya adalah objek wisata Ubud. Namun saat dikonfirmasi tentang target operasi jaringan JAD di pusat wisata Ubud. Golose berkilah dan enggan membuka target operasi. "Yang melakukan pemantauan kita kok, tetapi saya tidak tahu itu (tempatnya)," jawab Golose seraya menjamin bahwa semua stackholder tetap bergerak mengamankan Bali, baik itu pusat-pusat pariwisata, bandara maupun pelabuhan.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia