Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tersesat Usai Setrum Ikan, Regen Tewas Jatuh ke Jurang

13 Oktober 2019, 22: 01: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tersesat Usai Setrum Ikan, Regen Tewas Jatuh ke Jurang

NAHAS: Evakuasi korban yang jatuh di sebelah timur Pura Jatiluwih masuk Banjar Sarinbuana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Sabtu (12/10). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Naas menimpa seorang pria di Banjar Umaanyar, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Ia meregang nyawa setelah terperosok ke jurang sedalam 25 meter usai menyetrum ikan di tengah hutan, Sabtu (12/10). 

Awalnya korban I Wayan Regen, 33, pergi untuk menyetrum ikan bersama tiga orang rekannya yakni I Ketut Darmanadi, Nengah Riana, dan Wiradana yang sama-sama merupakan warga dari Desa Karyasari Kecamatan Pupuan, Tabanan. Mereka berempat berangkat pada hari Jumat petang (11/10)  sekitar pukul 19.00 Wita di sungai yang lokasinya memang di tengah hutan.

Namun hingga pukul 22.00 Wita mereka tak mendapatkan ikan dan memutuskan untuk pulang. Hanya saja hingga pukul 02.30 Wita mereka tidak menemukan jalan pulang. 

Keempat pria ini kemudian terus menyusuri jalanan di tengah kegelapan secara beriringan, dimana posisi korban berjalan nomor 2 dan berjarak sekitar 5 meter dengan rekanya. Sampai akhirnya  sekitar pukul 03.00 Wita saksi Nengah Riana dan Wiradana mendengar suara seperti batu jatuh. Dan saat dicek  korban Wayan Regen hilang dan ternyata terperosok ke dalam jurang. 

Ketiga rekan selanjutnya mengecek ke dalam jurang yang dalamnya sekitar 25 meter, dan benar saja korban ditemukan sudah tergeletak bersimbah darah dengan posisi menengadah. Namun mereka tidak bisa mengevakuasi korban karena medan yang sulit dan gelap. Akhirnya rekan korban mencari pertolongan dan sempat melapor ke Polsek Pupuan. Namun karena wilayah masuk Polsek Selemadeg diarahkan melapor ke Polsek Selemadeg. 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa menyebutkan, pihaknya mendapat laporan dari warga pada Sabtu pagi. Kemudian ditindaklanjuti dengan langsung meluncur ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Puskesmas Selemadeg, Basarnas Provinsi Bali, SAR Polda Bali, BPBD Tabanan dan Polres Tabanan.  "Kita mulai evakuasi pukul 12.30 Wita hingga pukul 17.30 Wita bersama instansi terkait," tegasnya.

Menurutnya, proses evakuasi memerlukan waktu lama karena medan yang harus ditempuh cukup sulit yakni  masuk hutan dan cukup terjal. Dimana lokasi tepat di sebelah timur atau berjarak 1 kilometer dari Pura Jatiluwih Banjar Saribuana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg. 

Evakuasi korban dilakukan secara gotong royong menggunakan tali, melibatkan anggota Polsek Selemadeg, Basarnas dan beberapa warga yang telah menunggu di bawah jurang. Kemudian jenazah korban diikat dengan tali lalu ditarik dari atas. Selanjutnya baru lah jenazah korban yang masih bujang ini  ditandu menuju mobil ambulan yang telah menunggu di pinggir jalan. "Jenazah korban dibawa BRSU Tabanan," lanjutnya.

Berdasarkan pemeriksaan luar, diketahui korban mengalami patah leher, kepala pecah dan mengalami sejumlah luka lecet di tangan kanan. Pecahnya kepala korban adalah karena korban jatuh tepat di atas batu dan posisinya menengadah. "Diduga korban terperosok ke dalam jurang saat mencari jalan pulang," pungkasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia