Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Kolom
STD BALI CORNER

Peluang Profesi Desainer dalam Ekonomi Kreatif Indonesia

Oleh: Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn.

13 Oktober 2019, 22: 09: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Peluang Profesi Desainer dalam Ekonomi Kreatif Indonesia

Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn (STD BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

REVOLUSI industri 4.0 membawa perubahan besar bagi aktivitas manusia dengan tren otomatisasi, internet of things, intelegensi buatan dan kemudahan lainnya di teknologi digital. Masuknya era Revolusi Industri 4.0 ke Indonesia menjadi momen penting bagi Negara kita untuk mengembangkan potensi Negara, tidak hanya peningkatan sumber daya manusia, aktivitas perekonomian, namun juga pada pemenuhan kebutuhan dan perubahan gaya hidup manusia. Adanya revolusi industri 4.0, memunculkan shifting dari sistem belanja secara konvensional dengan melibatkan pembeli dan penjual secara lansgsung menuju ke arah online, proses pemasaran door to door dan beriklan secara konvensional menjadi ke arah digital marketing, hingga proses bisnis yang cepat dan real time.

Tumbuhnya revolusi industri 4.0 ini semakin meningkatkan peluang perekonomian kreatif Indonesia, dimana potensi ekonomi kreatif saat ini dinilai cukup signifikan dan dapat diperhitungkan. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2018, ekonomi kreatif berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) dengan mencapai Rp 1.105 triliun. Pertumbuhan ekonomi kreatif ini juga disumbangkan oleh bidang desain yang menjadi bagian dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi perhatian Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Desain, yang dalam hal ini adalah desain interior, desain komunikasi visual dan desain fesyen, memiliki potensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, yang memberikan peluang seseorang untuk berwirausaha dan mendorong pelaku kreatif untuk menciptakan produk yang inovatif dan memiliki nilai tambah.

Tanpa disadari seluruh aspek kehidupan manusia selalu dikelilingi oleh desain. Hal-hal yang digunakan oleh manusia tidak terlepas dari desain. Desain membantu memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan di dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan desain pun selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat berkembang. Semakin pesatnya ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, maka desain menjadi faktor penunjang yang penting untuk menstabilkan komponen-komponen tersebut. Keempat komponen ini sangat diperlukan dalam memajukan bisnis dan perekonomian, sehingga diperlukan orang-orang yang ahli pada bidang-bidang tersebut, termasuk yang ahli di bidang desain. Sehingga dapat dikatakan bahwa desain memiliki peluang yang sangat besar dalam perekonomian Negara Indonesia.

            Peluang profesi desainer khususnya di Bali, dirasa cukup besar, mengingat Bali merupakan salah satu pulau terbaik di dunia yang menjadi tujuan destinasi wisata masyarakat Internasional. Di Bali juga banyak terdapat industri skala lokal, nasional maupun internasional yang menjanjikan dan memerlukan jasa desain. Selain itu Bali juga menjadi destinasi para digital nomad atau orang-orang yang berprofesi sebagai pengusaha atau freelancer yang bekerja lintas negara tanpa terikat rutinitas kehadiran di kantornya masing-masing. Oleh karena itu, dibutuhkan ahli-ahli di bidang desain yang dapat memfasilitasi kebutuhan industri tersebut, baik dalam pemenuhan kebutuhan desain interior, desain komunikasi visual dan desain fesyen.

            Desain Interior menjadi subsektor yang diapresiasi terutama dalam merancang estetika interior hunian atau tempat tinggal, maupun publik  seperti hotel, bandara, mall, toko dan lain-lain. Kebutuhan desainer interior tentu dirasa tinggi dikarenakan banyak bermunculan bisnis yang memerlukan jasa desain interior, seperti pada bisnis kuliner yang memerlukan estetika ruang yang bisa memberikan pengalaman baru dan menarik konsumen sehingga berdampak kepada keuntungan bisnis tersebut. Terlebih lagi di Bali, yang merupakan daerah pariwisata, tentu perancangan interior di area publik dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk kembali lagi ke Bali.

            Desain Komunikasi Visual (DKV) juga memiliki peran penting dalam perekonomian kreatif dimana desain komunikasi visual berfungsi membantu penjualan produk baik dari segi pemasaran produk, kemasan yang dapat menjual produk, melakukan branding, dan memberikan identitas bagi produk. Semua bisnis dan subsektor memerlukan peran DKV dalam memperkenalkan produk mereka, seperti dalam pembuatan logo, stationery, katalog, website, spanduk dan lain sebagainya. Desain komunikasi visual juga erat kaitannya dengan periklanan. Di era serba digital saat ini, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi media yang sangat efisien dan produktif dalam beriklan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan digital marketing yang memerlukan desainer komunikasi visual sebagai stakeholdernya.

            Fotografi dan videografi juga memiliki peluang yang besar di dunia ekonomi kreatif saat ini. Bali sebagai destinasi wisata sering sekali dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara, tidak hanya untuk berwisata namun juga melaksanakan event hiburan, wedding, prewedding yang membutuhkan jasa fotografer dan videografer. Dibutuhkan keahlian khusus untuk mengabadikan momen-momon penting mereka sehingga menghasilkan karya foto atau video yang estetis dan memorable. Begitu pula dengan animasi dan film yang saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat, dimana seperti yang kita ketahui film Indonesia tidak kalah dengan film luar negeri.

            Sedangkan desain fesyen, menjadi subsektor unggulan selain kuliner dan crafts yang sangat dicari baik pada gerai konvensional dan juga produk yang sangat laris di e-commerce. Peluang dari desain fesyen dalam peningkatan ekonomi kreatif pun menjadi sangat besar dimana tren dalam dunia fesyen selalu berkembang pesat. Di Bali sendiri, kota Denpasar ditetapkan sebagai kota kreatif Indonesia tahun 2019 pada sektor unggulan fesyen oleh Bekraf Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa desain fesyen di Bali memiliki peluang yang besar untuk menjadi sektor bisnis yang bisa menjanjikan dan meningkatkan perekonomian kreatif.

            Melihat potensi desain dalam partisipasinya di ekonomi kreatif tentu dapat dipastikan profesi desainer memiliki peluang yang besar di masa depan. Profesi jasa desainer dapat menjadi posisi yang sangat dicari bagi industri untuk mendongkrak bisnis mereka baik dalam memberi nilai tambah, estetika atau look dan menunjang proses promosi dari perusahaan tersebut. Selain itu, profesi jasa desainer ini juga dapat menjadi pekerja kreatif, dimana pekerja kreatif menjadi pekerjaan masa depan yang diperlukan oleh generasi muda. Pekerja yang dapat menghasilkan tren-tren baru untuk masa depan. Generasi muda saat ini tentu sangat dekat dan fasih dengan era digital, terlebih dengan perkembangan media sosial yang selalu digunakan sehari-hari tentu memerlukan tren-tren baru dan kreativitas inovasi dalam perwujudannya. Solusi yang dapat menjawab peluang ekonomi kreatif tersebut tentu dengan memilih perguruan tinggi. Oleh karena itu pilihlah kampus desain sebagai investasi masa depan yang memang memiliki visi untuk melahirkan generasi desainer di masa mendatang yang siap terjun di dunia industri. Kuliah desain, ya di kampus desain.

            Pendidikan di bidang desain menjadi sebuah wadah bagi insan yang memiliki potensi dan berkeinginan kuat dalam mengembangkan kreatifitas menjadi suatu produk dan atau jasa yang dapat bermanfaat dan memiliki nilai jual. Lembaga Pendidikan, khususnya di bidang Desain, dipercaya menjadi harapan negara dalam melahirkan generasi-generasi yang dapat menjadi kunci perubahan pada revolusi industri 4.0, yang menitikberatkan pada otomasi, internet of things dan seluruh kegiatan digital yang sudah seharusnya disusun dan disajikan ke dalam sajian desain dengan penampilan visual yang mampu memberikan komunikasi secepat dan semudah mungkin, sekaligus meminimalisir multitafsir yang muncul dari bahasa teknologi yang belum familiar di masyarakat. Tidak banyak Lembaga pendidikan yang berani mengambil desain sebagai basis pendidikan utama, sehingga hanya satu kampus di Bali yang mampu menjadikan desain sebagai landasan utama yaitu Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali yang terletak di pusat kota Denpasar. Hal tersebut menjadi angin segar untuk dunia pendidikan di Bali, sehingga diharapkan anak muda untuk berani mengambil jalur kreatif khussunya desain yang diyakini memiliki peluang dan potensi yang luar biasa baik dari segi kebutuhan industri maupun profesi. (*)

*) Penulis adalah Ketua Sekolah Tinggi Desain Bali  (https://www.std-bali.ac.id/ )

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia