Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Penyunatan Gaji Veteran di Tabanan

14 Oktober 2019, 18: 08: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Penyunatan Gaji Veteran di Tabanan

TERSANGKA : Tersangka kasus dugaan penyunatan gaji veteran saat diperiksa Senin (14/10). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Polisi akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyunatan gaji veteran di Kecamatan Kerambitan. Tersangka tidak lain merupakan staff atau petugas antar di Kantor Pos Cabang Kerambitan, I Putu Tika Ariutama. Namun, disebutkan, masih ada satu orang tersangka lagi yang akan menyusul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pasca ditetapkan sebagai tersangka tanggal 4 Oktober 2019, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka di ruang Unit Sidik Tindak Pidana Korupsi Satuan Reskrim Polres Tabanan, Senin (14/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Tersangka I Putu Tika Ariutama merupakan staff atau petugas antar di Kantor Pos Cabang Kerambitan. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pemotongan kenaikan gaji veteran, gaji ke-13 dan THR dari bulan September 2018 hingga bulan Januari 2019. Tersangka juga didampingi penasehat hukumnya I Gede Putu Yudi, SH.

Menurut sumber, tersangka juga telah mengambil gaji para veteran yang sudah meninggal dunia, namun tidak dilaporkan ke Kantor Pos pemeriksa Tabanan maupun ke Kantor PT. Taspen Persero dari bulan Mei 2015 sampai dengan bulan April 2019. "Sesuai hasil perhitungan audit kerugian negara yang telah dilakukan oleh BPKP Provinsi Bali, kerugian yang dialami mencapai Rp 796.675.667," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sumber menambahkan bahwa ada tersangka lain dalam kasus tersebut yakni merupakan atasan dari tersangka saat ini yang berinisial AWS. "Informasinya akan ditetapkan sebagai tersangka besok," sambung sumber.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya kemudian melakukan gelar perkara pada tanggal 3 Oktober 2019 dan kemudian menetapkan tersangka pada tanggal 4 Oktober 2019.

Kasus tersebut, kata dia, masuk dalam ranah Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) karena menyebabkan kerugian negara. "Jadi awalnya ada informasi dari masyarakat mengenai kasus itu, kemudian pihak kepolisian turun ke lapangan melakukan pengumpulan barang bukti lalu meminta keterangan saksi yang merupakan para veteran hingga keluarga veteran yang sudah meninggal. Jadi negara yang dirugikan, karena negara mengeluarkan uang untuk membayar gaji veteran, tetapi tidak dibayarkan," tegasnya.

Ia pun tak menampik ada indikasi tersangka lain, hanya saja pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP. Untuk tersangka I Putu Tika Ariutama, sementara tidak dilakukan penahanan karena bersikap koperatif.

Adapun pasal yang disangkakan terhadapnya yaitu Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 dan Jo Pasal 64  KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun kurungan.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia