Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mahasiswa Ditemukan Tewas di Pantai Siyut, Jempolnya Terikat

15 Oktober 2019, 18: 04: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mahasiswa STD Bali Ditemukan Tewas di Pantai Siyut, Jempolnya Terikat

MAYAT : Sosok mayat ditemukan pada pesisir pantai Siyut, Kecamatan Gianyar, Selasa (15/10). (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Penemuan jasad di pinggir pantai perbatasan Desa Lebih dengan Desa Siyut, Gianyar membuat geger warga setempat. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 15.00, Selasa (15/10).  Sesuai identitas yang didapatkan pada dompetnya, korban diketahui bernama Pande Mahayasa, beralamat Jalan Sandat Nomor 4 Banjar Taman Kaja, Kecamatan Ubud. 

Anggota Balawista Pantai Lebih, I Ketut Mardiana menjelaskan warga yang berkunjung awalnya melihat mayat bertelanjang dada itu terdampar di tepi pantai. Kemudian warga lainnya penasaran, sehingga ramai-ramai melihat kondisi jasad yang sudah mulai membusuk tersebut. "Saat dilihat itu posisinya telungkup, dengan kepalanya di arah barat sedangkan kakinya di timur," paparnya. 

Mardiana melanjutkan, saat ditemukan kondisi wajah sudah sedikit membusuk. Selain itu korban masih menggunakan celana. Selanjutnya petugas mencoba mencari dompet yang masih menempel di saku belakang celana yang dipakainya itu. "Kami ambil dompetnya untuk mengetahui identitasnya  kami temukan ada KTP dan SIM C. Kondisinya pada wajah rahang agak kedalam dan jari jempol kanannya terikat tali," bebernya. 

Sesuai identitas tersebut diketahui korban bernama Pande Mahayasa. Kelahiran 14 April 1995, dan tinggal di Jalan Sandat Nomor 4 Banjar Taman Kaja, Kecamatan Ubud. Bahkan dalam identitasnya tersebut korban berstatus sebagai mahasiswa. "Jenazah langsung dievakuasi, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar. Bagi keluarganya sudah diarahkan agar langsung ke rumah sakit," tandas Mardiana.

Sesuai informasi yang didapatkan korban masih berstatus mahasiswa di salah satu kampus di Bali. Atas persetujuan keluarga, jasad korban akan dilakukan otopsi di RS Sanglah Denpasar. Karena kepada keluarganya korban pamitan sejak Minggu lalu (13/10) untuk interview pekerjaan ke Jakarta. 

Kematian korban juga dianggap tidak wajar, karena bagian jempol tangan kanan korban terikat kain hitam. Waktu pamitan korban mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario warna Pink DK 6092 LI. Hingga Selasa malam, polisi masih melakukan penyisiran sepeda motor korban di areal parkir sekitar ditemukan jasad korban.

Kapolsek Kota Gianyar, Kompol I Ketut Suastika ditemui di ruang jenazah RS Sanjiwani menjelaskan temuan jasad itu dilaporkan ke BPBD Kabupaten Gianyar dan Polsek Kota Gianyar. Jasad korban dibawa ke kamar jenasah RSUD Sanjiwani Gianyar dengan mobil ambulans PMI. "Awalnya jasad korban akan diperiksa luar di sini. Tapi atas persetujuan keluarga jasadnya akan diotopsi di RS Sanglah," tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia