Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Hendak Beli Lauk, Kepala Bocah SD di Batuan Kaler Digigit Anjing

15 Oktober 2019, 18: 10: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hendak Beli Lauk, Kepala Bocah SD di Batuan Kaler Digigit Anjing

KORBAN : Kadek Panji menunjukkan kepalanya yang dijarit paska digigit anjing saat ditemui di rumahnya Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar Selasa (15/10). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Seorang bocah yang masih duduk di kelas lima Sekolah Dasar (SD), I Kadek Panji Utama Putra kepalanya harus mendapatkan tiga jaritan. Hal itu dikarenakan saat hendak membeli lauk pada warung dekat rumah, Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar, kepalanya digigit anjing pemilik warung pada Sabtu lalu (12/10). Atas kejadian tersebut anjing yang dikabarkan telah banyak menggigit orang harus diobservasi.

Saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/10) ibu Panji, Ni Made Merti menjelaskan pada Sabtu sore anaknya keluar belanja untuk membeli lauk. Namun pulang-pulang telah diantar oleh tetangganya dengan kepala Panji berdarah. “Memang sering dia beli lauk di sana, saat belanja ia bertemu temannya yang mencari wifi. Entah bagaimana anjing yang ada di warung itu menggigit kepala anak saya,” tuturnya.

Saat diantar pulang oleh tetangganya, Panji langsung dibawa ke Rumah Sakit Ari Canti di Desa Mas. Namun hanya dibersihkan lukanya saja, karena digigit anjing ia dianjurkan agar langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar  dengan maksud langsung dapat Vaksin Anti Rabies. “Lukanya di kepala itu langsung dijarit sebanyak tiga jaritan dengan kedalaman 1 centimeter. Karena di RS Sanglah tidak ada VAR kami langsung disuruh ke RS Wangaya Denpasar, di sana baru dapat VAR,” paparnya.

Merti menyampaikan anjing yang menggigit anaknya tersebut bukan kali ini saja, bahkan sudah tiga orang yang pernah digigit namun anaknya yang paling parah. Meski demikian, pemilik anjing dikatakan cuek saja atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh warga setempat. Meski telah diikat, tetapi masih menggigit sewaktu-waktu.

Panji yang merupakan siswa kelas lima di SD Negeri 2 Batuan Kaler harus ketinggalan pelajaran selama dua hari. Saat ditanya kronologisnya, ia enggan menjawab dan sesekali menahan sakit kepalanya yang masih diperban dan luka jaritannya belum kering.

Pada tempat yang sama, Kepala UPT Puskeswan Kecamatan Sukawati, drh Nyoman Arya Dharma seizin Kadis Pertanian Gianyar menjelaskan telah melakukan pengecekkan. Anjing yang menggigit Panji tersebut diketahuinya bernama Rembo, ia pun tercatat secara rutin mendapatkan vaksin. Hanya saja atas kejadian tersebut pihaknya melakukan observasi selama dua minggu.

“Anjingnya itu rutin  divaksin rabies dan dikastrasi. Bahkan diikat tidak pernah lepas dari rantainya. Aman itu dari rabies, kemungkinan waktu itu kaki atau ekornya sempat disentuh Panji waktu belanja karena anjingnya itu dekat warung sehingga terprovokasi,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan agar pemilik hewan untuk memelihara anjing maupun kucing dengan baik. Selain itu agar dirantai dan divaksinasi secara bertahap untuk mengindari penyebaran virus rabies pada hewan peliharaan tersebut. Sehingga semua pihak menjadi nyaman dan merasa aman.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia