Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kepala Pos Cabang Kerambitan Jadi Tersangka Penyunat Gaji Veteran

15 Oktober 2019, 18: 19: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kepala Pos Cabang Kerambitan Jadi Tersangka Penyunat Gaji Veteran

TERSANGKA: Andi Wahyu Suwandito (pakai topi), salah satu tersangka korupsi gaji veteran diperiksa di Polres Tabanan, Selasa (15/10). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Satu lagi tersangka dalam kasus dugaan penyunatan gaji veteran di Kecamatan Kerambitan akhirnya ditetapkan. Jika sebelumnya tersangka yang ditetapkan merupakan staf di Kantor Pos Cabang Kerambitan, kini tersangka yang ditetapkan merupakan Kepala Pos Cabang Kerambitan.

Tersangka Andi Wahyu Suwandito yang beralamat di Banjar Sudimara Kaja, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, tersebut ditetapkan sebagai tersangka Selasa (15/10) sekitar pukul 09.30 Wita. Pria asal Baturiti itu selanjutnya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Ruang Unit Sidik Tindak Pidana Korupsi Satuan Reskrim Polres Tabanan.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Made Budiarta mengatakan bahwa sama seperti tersangka yang telah ditetapkan lebih dulu, tersangka Andi Wahyu Suwandito juga diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi pemotongan kenaikan gaji veteran, gaji ke-13,  THR termasuk pengambilan gaji veteran yang sudah meninggal dunia dan tidak dilaporkan ke Kantor Pos Pemeriksa Tabanan (KPRK) maupun ke PT. Taspen Persero Cabang Denpasar, dari bulan September 2018 hingg bulan Januari 2019. "Dengan hasil perhitungan audit kerugian negara yang telah dilakukan oleh BPKP Provinsi Bali terhadap peran tersangka sebesar Rp. 367.301.151," ungkapnya.

Pada saat pemeriksaan tersangka nampak didampingi oleh penasehat hukumnya I Made Artayasa. Adapun pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka yaitu pasal 2 ayat (1) pasal 3, pasal 8, pasal 9 dan pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 dan Jo Pasal 64  KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun kurungan. "Tersangka juga disangkakan tindak pidana korupsi karena menyebabkan kerugian negara," tandasnya.

Sebelumnya penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yang merupakan staf Kantor Pos Cabang Kerambitan I Putu Tika Ariutama alamat Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Keduanya tidak ditahan karena menurut polisi sejauh ini kedua tersangka kooperatif.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia