Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Petani Rugi, Benih Jagung Bantuan Pemerintah tak Mau Tumbuh

15 Oktober 2019, 19: 17: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Petani Rugi, Benih Jagung Bantuan Pemerintah tak Mau Tumbuh

JAGUNG : Kelian Subak Pecala I Nyoman Suarjaya mengamati tanaman jagungnya yang tumbuh kerdil akibat kekurangan air (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Kemarau panjang belakangan ini berimbas terhadap petani Subak Pecala, Kelurahan Bebalang, Bangli. Benih jagung bantuan pemerintah itu gagal tumbuh. Benih yang sudah ditanam, kering. Ada yang tumbuh tapi kerdil. Hal itu membuat petani rugi. “Selain tidak bisa panen juga rugi ongkos mengolah lahan, seperti sewa traktor dan beli pupuk,” ungkap Kelian Subak Pecala I Nyoman Suarjaya ditemui Selasa (15/10).

Suarjaya menyebutkan, benih jagung yang diberikan pemerintah kepada subak tersebut mencapai 405 kilogram. Benih jagung hibrida itu untuk 100-an petani, dengan luas lahan sekitar 27 hektare. Benih disalurkan awal Agustus 2019. Begitu mendapat bantuan, sejumlah petani langsung tanam. Ternyata tak kunjung ada hujan. “Sebagian besar sudah menanam. Ada yang benihnya sampai kering, tidak mau tumbuh. Ada yang sudah tumbuh tapi kerdil,” ungkap Suarjaya sambil menunjuk tanaman jagung yang tumbuh tidak sempurna.

Melihat persoalan itu, sejumlah petani lain memilih tidak melakukan upaya tanam. Mereka takut rugi. Lahannya dibiarkan kosong. Benih bantuan pemerintah disimpan, sambil menunggu hujan turun. “Mungkin sebulan lagi hujan, baru petani yang masih menyimpan benih mulai menanam jagung,” katanya. Agar di musim kemarau ini tetap ada penghasilan, petani di subak setempat untuk sementara banting stir mencari pekerjaan lain. Salah satunya sebagai buruh bangunan.  Sebab untuk bercocok tanam, petani hanya mengandalkan hujan turun. Saluran irigasi yang ada di subak setempat sudah kering kerontang gara-gara tanggul Munduk Bebengan di Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan yang airnya mengalir ke Subak Pecala sudah jebol Maret 2019. Hingga saat ini belum diperbaiki.

Sekretaris Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sarma membenarkan, kekeringan melanda Subak Pecala. Petani gagal menanam benih jagung bantuan pemerintah. Ia pun menyarankan, petani yang belum menanam jagung agar menunda hingga hujan turun. Lagi pula benih bantuan itu termasuk awet. Bisa disimpan sekitar setahun. “Sekarang petani siapkan lahan saja, setelah hujan baru tanam jagung,” saran Sarma.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia