Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Mitos dan Fakta Mental Health

15 Oktober 2019, 20: 43: 10 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

MITOS DAN FAKTA MENTAL HEALTH

Ilustrasi Depresi (George Hodan / all-free-download.com)

Share this      

JIKA kita membicarakan tentang kesehatan mental mungkin masih banyak orang yang menganggap hal ini tabu. Padahal berbicara tentang kesehatan mental untuk diri kita sendiri itu penting karena kesehatan mental juga berdampak pada kesehatan tubuh kita. Sikap dan perilaku kitalah yang mencerminkan adanya perubahan pada kondisi mental kita.

MITOS MENTAL HEALTH

Prevalensi gangguan mental emosional bisa ditunjukan pada gejala-gejala kecemasan atau depresi. Ada beberapa mitos seputar mental health yang bisa Anda ketahui yaitu:

Depresi hanya dialami orang dewasa

Banyak orang yang beranggapan bahwa gangguan mental hanya bisa menyerang pada orang dewasa saja. Namun ternyata gangguan mental bisa menyerang pada anak-anak kisaran umur 14 tahun. Pemicu paling utama yaitu karena depresi, faktor genetik, faktor lingkungan, masalah neuropsikiatri dan yang lainnya.

Gangguan mental bisa terjadi karena terlalu lemah

Gangguan mental dapat terjadi pada siapapun tanpa melihat jenis kelamin, usia, ekonomi maupun ras. Sementara gangguan mental seringkali disebabkan karena faktor genetik, proses diet yang buruk, adanya perubahan yang besar dalam hidup seseorang.

Orang yang mengalami gangguan mental harus menyembunyikan kondisinya

Mitos ini menjadikan kebanyakan orang dengan gangguan mental cenderung menyembunyikan kondisi sesungguhnya. Padahal ini sangat tidak dianjurkan karena jika Anda mengalami gangguan mental, sebaiknya segera diskusikan kepada ahlinya.

FAKTA TENTANG MENTAL HEALTH

Selain mitos, mental health juga memiliki fakta menarik yang dapat Anda ketahui, diantaranya yaitu seperti berikut :

20 Persen anak-anak remaja yang mengalami gangguan mental

Setengah dari kasus gangguan mental, anak di dunia dialami sebelum mereka berumur 14 tahun. Ditambah lagi remaja berumur dibawah 19 tahun yang memiliki tingkat kesehatan mental rata-rata paling buruk.

Meningkatkan jumlah kasus bunuh diri

Kasus kematian karena bunuh diri setiap tahunnya boleh menjadi penyebab utama kematian. Hal ini bisa terjadi pada orang yang berusia 15 sampai 29 tahun. Sekitar 75% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Salah satu penyebab bunuh diri yang paling berkontribusi yaitu gangguan jiwa dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Jika kita paham tentang pentingnya kesehatan mental, orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan bisa menerima perawatan sejak dini.

Wanita mengalami gangguan mental lebih tinggi dibanding laki-laki

Wanita lebih sering menggunakan perasaan atau emosi dibanding pikiran. Hal inilah yang membuat para wanita menjadi rentan mengalami gangguan jiwa. Apalagi seorang ibu yang menjadi wanita karir dan harus mengurus keluarga, biasanya mendapatkan tekanan yang lebih besar. Gangguan mental lebih banyak terjadi di perkotaan daripada pedesaan.

Masyarakat di desa biasanya cenderung lebih agamis dan religius, sedangkan masyarakat di perkotaan umumnya lebih fokus terhadap kehidupan duniawi. Orang kota lebih terbuka pada perubahan dan lebih profesional ke pribadi dan mereka jadi lebih individual dibandingkan orang yang hidup di desa.

Orang yang tidak pernah sekolah berisiko lebih tinggi terkena gangguan mental

Pendidikan memberi peluang bagi kita untuk membentuk pola pikir dan mempersiapkan diri menghadapi dunia dan segala perubahannya. Melalui interaksi dengan teman atau guru, adanya tugas sekolah bisa memberi pembelajaran bagi kita agar lebih siap menghadapi tekanan dan dinamika hidup.

Ekonomi sangat mempengaruhi kesehatan mental

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental kita seperti kemiskinan, pengangguran, memiliki banyak hutang, dikucilkan masyarakat, pelecehan atau kekerasan, keluarga yang tidak harmonis, tekanan dalam pekerjaan dan penyalahgunaan alkohol. Walaupun gangguan mental lebih sering menyerang orang berpenghasilan rendah, bukan berarti orang dengan perekonomian menengah ke atas bisa terhindar dari gangguan mental.

Bahkan di negara maju seperti negara Eropa, Amerika, China, Jepang dan Korea Selatan memiliki 3 gangguan mental dan kasus bunuh diri yang lebih tinggi.

Pentingnya kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mental kita dan jangan malu untuk berkonsultasi kepada ahli jika mengalami masalah agar penderita gangguan jiwa mendapatkan penanganan yang tepat.

Bersyukurlah di Indonesia kesadaran akan mental health ini semakin tinggi. Ini ditandai dengan makin banyaknya kanal untuk penanganan depresi lewat konsultasi dengan psikolog, baik berbayar maupun gratis. Bahkan untuk kasus gangguan mental, BPJS sudah meng-cover loh.

Nah jadi buat yang mulai merasakan gejala gangguan kesehatan mental, jangan ragu untuk memanfaatkan asuransi dari pemerintah ini ya.

(bx/hai/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia