Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pengguna Sabu Tertangkap Bawa Senpi Ilegal untuk Bergaya

15 Oktober 2019, 21: 05: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pengguna Sabu Tertangkap Bawa Senpi Ilegal untuk Bergaya

SENPI ILEGAL: Agung yang tertangkap menggunakan SS juga memiliki senpi ilegal. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dua kasus sekaligus menjerat Anak Agung Putu Paranata. Selain terbukti menggunakan narkoba, lelaki ini juga memiliki senjata api (senpi) ilegal. Dia pun dibekuk oleh aparat Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar.

Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menerangkan, tersangka ditangkap setelah dikuntit selama beberapa hari. “ Kami berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika dan kepemilikan senjata api ini berawal dari laporan masyarakat, kejadiannya pada Sabtu (3/10),” beber Ruddi. Tersangka berhasil ditangkap di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, Badung.

Mantan Kapolres Badung ini juga membeberkan barang bukti berupa narkotika dan senjata api . “Bersama tersangka kami mengamankan barang bukti 0,40 gram sabu dan satu pucuk senjata api kaliber 22 dengan 5 butir peluru, ini senjatanya revolver,” terang Ruddi.

Tersangka yang berasal dari Kuta ini diketahui mendapatkan sabu-sabu dari seoseorang bernama Agus. “Yang bersangkutan (Agus, Red) sampai saat ini masih dalam pengejaran,” imbuh Ruddi.

Sementara itu, senjata api ilegal tersebut didapat tersangka dari seseorang bernama Dekmong.  “Tersangka mengaku membeli senjata tersebut dengan harga Rp 15 juta, sampai saat ini kami juga masih melakukan pengejaran terhadap Dekmong, yang belum diketahui keberadaannya,” papar AKBP Ruddi.

Diketahui dari hasil interogasi penyidik, Agung belum pernah memakai senjata ini untuk beraksi melakukan kejahatan. “Selama tiga bulan memiliki senjata ini, belum pernah dia gunakan,“ jelas Ruddi seraya menambahkan bahwa, tersangka mengaku menggunakan senjata ini untuk bergaya dan pamer. “Hanya digunakan untuk gaya-gayaan,” jawab Ruddi.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat juga menjelaskan, senjata api tersebut ketika disita dari tersangka dalam keadaan berisi peluru. “Ketika kami sita ada pelurunya 5 butir,“ jelas Michael.

Korban ketika tertangkap juga tidak melakukan perlawanan. Dia juga terbukti hanya sebagai pengguna, bukan kurir narkoba. Karena perbuatannya menyalahgunakan narkoba dan kepemilikan senpi ilegal, Agung diganjar dengan pasal berlapis.

“Dia kami ganjar dengan Pasal 112 (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda 800 juta s/d 8 miliar,   dan Undang-undang Darurat No.12 tahun 1951 tentang senjata api, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun, “  tutup AKBP Ruddi.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia