Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Nekat Jambret Ibu-ibu di Banyuning, Residivis Ditangkap Polisi

16 Oktober 2019, 16: 43: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nekat Jambret Ibu-ibu di Banyuning, Residivis Ditangkap Polisi

JAMBRET: Pelaku Teguh saat ditemui di Mapolres Buleleng. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Rizki Teguh Prasetyo Putra alias Teguh, 34 kini harus berurusan dengan polisi. Residivis asal Satelit Asri Utama, Kelurahan Banyuasri, Buleleng terbukti melakukan penjambretan di wilayah Banyuning.

Ditemui di Mapolres Buleleng, Rabu (16/10) siang, Teguh hanya bisa menunduk malu. Dikatakan Teguh, ia nekat melakukan aksi itu hanya untuk memenuhi kebutuhan dirinya sehari-hari. "Saya waktu itu cuma kebetulan lewat saja, di Banyuning. Ya, langsung saya lakukan. Uangnya saya pakai keperluan sehari-hari, barangnya (HP, red) masih ada saya pakai," singkatnya.

Kapolsek Kota Singaraja, AKP. I Gusti Ngurah Yudistira menjelaskan kasus penjambretan ini bermula dari laporan, korban bernama Made Temi Miliarti 30, warga Banjar Dinas Sanih, Desa Pengelatan, Buleleng. Peristiwa penjambretan ini sesungguhnya terjadi pada Sabtu (7/9) lalu sekitar pukul 10.00 wita, namun baru dilaporkan pada Sabtu (5/10) lalu ke Polsek Kota Singaraja.

Kasus berawal saat Temi Miliarti melintas di jalan Gempol wilayah Kelurahan Banyuning, menggunakan sepeda motor. Saat itu tangan sebelah kiri korban sedang memegang sebuah dompet warna hitam berisi uang sebesar Rp500 ribu dan surat-surat berharga lainnya serta satu unit handphone.

Tak diduga, dompet langsung dirampas oleh seseorang yang tidak dikenal. Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kota Singaraja untuk ditindaklanjuti. Dari laporan korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dan beberapa hari kemudian berhasil menangkap pelaku Teguh.

Dari penyelidikan ditambah keterangan saksi dan korban, pelaku akhirnya mengarah kepada Teguh yang juga seorang residivis atas kasus serupa. Pria yang kesehariannya berjualan telur gulung di Jalan Ahmad Yani Singaraja langsung dibekuk jajaran kepolisian.

"Pelaku kami amankan saat berjualan telur gulung di Jalan Ahamd Yani. Kami amankan beserta barang bukti satu unit handphone milik korban yang sudah diganti kartu SIM-nya. Pelaku mengakui perbuatannya itu," ungkap Kapolsek Yudistira, Rabu (16/10) siang.

Dikatakan AKP Yudhistira, pelaku yang sempat dipenjara tahun 2016 beraksi seorang diri dengan mensurvei korbannya terlebih dahulu. "Kalau sudah aman dan sudah ada kesempatan target korban langsung dibuntuti dan dieksekusi saat melaju di jalan raya," jelasnya.

Atas ulahnya, Teguh pun kembali meringkuk di balik jeruji besi. oleh penyidik, ia dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 9 tahun penjara jo Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia