Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Jelang Pelantikan Jokowi, Komponen Lintas Agama Gelar Doa Bersama

16 Oktober 2019, 21: 33: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jelang Pelantikan Jokowi, Komponen Lintas Agama Gelar Doa Bersama

DOA BERSAMA: Peserta doa bersama untuk kelancaran pelantikan Jokowi-KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI terpilih hasil Pilpres 2019 yang berlangsung di Bajra Sandhi, Rabu (16/10). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pelantikan presiden dan wakil presiden RI terpilih hasil Pilpres 2019, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, tinggal menghitung hari. Terkait itu, beberapa komponen masyarakat, Rabu sore (16/10), menggelar doa bersama di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi. Acara digelar dengan harapan pelantikan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang berjalan aman dan lancar.

Seperti dijelaskan Bimo Mocka Jatmika selaku sekretaris panitia kegiatan tersebut, dalam beberapa waktu terakhir ramai terdengar kabar mengenai adanya upaya menggagalkan pelantikan tersebut. Karena itu, beberapa hari yang lalu pihaknya mencetuskan gagasan untuk membuat acara doa bersama. “Taglinenya, masyarakat Bali mengawal suara sah 92 persen Jokowi untuk presiden periode kedua. Karena kami melihat ada beberapa kejadian, ada kelompok-kelompok yang ingin mencoba menggagalkan pelantikan pada 20 Oktober,” ujar Bimo menjelang dimulainya acara doa bersama tersebut.

Bahkan, menurutnya, upaya yang dilakukan kelompok tersebut tidak tanggung-tanggung, dengan risiko memorakporandakan negara. “Itu yang membuat kami spontan dan berinisiatif untuk kumpul bersama pada hari ini,” sebut ketua Forum Peduli NKRI ini.

Dia menegaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai gerakan spontan. Bila ada yang menanyakan siapa inisiator kegiatan, dia tegas menyebutkan, kegiatan itu dicetuskan masyarakat Bali.

Jumlah peserta doa bersama mencapai seribu orang yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, baik para pemuka agama dan kalangan pemuda. Sampai dengan elemen pemuda yang bergerak di bidang kebangsaan.

Dia menegaskan, inti dari kegiatan itu adalah mendoakan jalannya pelantikan calon presiden dan wakil presiden RI terpilih berlangsung lancar dan kondusif. “Karena Bali sudah memenuhi haknya sesuai konstitusi lewat pilpres. Lalu pada 20 Oktober ada acara konstitusi (pelantikan), tapi dari berbagai kejadian, ada yang arahnya menggagalkan,” tegasnya.

Ditanya soal kebijakan Jokowi yang akan dikawal, Bimo menegaskan, kegiatan tersebut tidak menjadi yang pertama dan terakhir. Setelah mengawal suara sah Bali terhadap Joko Widodo dan KH-Ma’ruf Amin dengan persentase 92 persen, pihaknya akan ke Polda Bali untuk mendukung terkait penangkapan sejumlah terduga teroris. “Menyangkut kebijakan, bila nantinya berpihak ke masyarakat, tentu akan kami kuatkan. Tapi kalau tidak (berpihak), kami akan kritik,” tegasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia