Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dispar Badung Gelontor Rp 52 Juta untuk Beli Flashdisk

18 Oktober 2019, 10: 39: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dispar Badung Gelontor Rp 52 Juta untuk Beli Flashdisk

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Dinas Pariwisata (Dispar) Badung menganggarkan Rp 52 juta lebih untuk membeli flashdisk. Alat penyimpanan tersebut akan diberikan kepada pihak-pihak buyer (pembeli) saat promosi pariwisata. Di dalamnya akan disisipkan materi tentang promosi pariwisata Kabupaten Badung.

Berdasarkan data yang tertera di website LPSE Badung, Belanja Penggandaan Flash Disk 4 GB (Flash Disk Card Berlogo) pada kegiatan Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di dalam dan di luar negeri APBD Kabupten Badung, TA Perubahan 2019 yang dilakukan Dispar Badung. Nilai pagu anggaran Rp 52.500.000 dan Nilai HPS  Rp 51.205.000. Jumlahnya pengadaan flash disk sekitar 700 keping dengan harga satuannya sekitar Rp 67 ribu.

Terkait spesifikasi, berisi cover kotak plastik, ukuran 7 x 10,5 cm, flash disk card berlogo,  cetak colour bolak-balik, logo Badung Tourism Promotion Board,  logo Badung The Soul of Bali, Logo Bali Tourism Promotion Board, Logo Wanderful Indonesia, dan total ukurannya 5,3 x 8,5 cm.

Dikonfirmasi terpisah, Kadispar Badung I Made Badra pun mengakui pengadaan ratusan biji flash disk tersebut. Dia menjelaskan, dalam flash disk itu nantinya bakal berisi konten mengenai destinasi wisata Badung, dan bakal diberikan kepada para buyer. “Itu (flash disk) nanti diisi konten mengenai destinasi wisata Badung dan kami berikan kepada para buyer yang ada di luar mau pun dalam negeri. Jadi semua dalam bentuk digital dengan kemasan flash disk,” ungkapnya, Kamis (17/10) kemarin.

Ratusan flash disk tersebut pun ditegaskan olehnya menjadi bagian dari promosi pariwisata. Sebab di bagian kemasannya nanti juga berisi gambar dan logo instansi. Masih menurut Badra, flash disk itu juga merupakan usulan pihak pembeli. “Flask disk ini saran langsung dari buyer. Karena (flash disk) lebih praktis, efektif dan memudahkan kami berkomunikasi untuk menjual produk mau pun destinasi,” katanya.

Penggunaan flash disk ini nantinya juga bakal menggantikan posisi brosur kertas. Sebab menurutnya saat ini jarang buyer yang mau menerima brosur kertas. “Kami tidak lagi menggunakan brosur kertas, karena jarang orang mau baca brosur,” tandasnya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia