Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bisnis

Sempat Bangkrut, Perumda Gianyar Berupaya Bangkit

18 Oktober 2019, 10: 53: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sempat Bangkrut, Perumda Gianyar Berupaya Bangkit

PERUMDA: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Gianyar yang sudah mulai berkembang, Kamis (17/10). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Gianyar kini nampak baru dan bagus. Padahal, perusahaan yang beralamat di Jalan Kaliasem Nomor 2 Gianyar ini sempat mengalami masa-masa suram. Namun, kini berupaya bangkit lagi.

Pada perusahaan tersebut sebelumnya terdapat beberapa sub usaha yang memang sempat tidak jalan alias bangkrut. Namun saat ini perusahaan itu digeber kembali untuk membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar.

Direktur Umum Perumda Gianyar, Ni Ketut Dewi Mahetri saat ditemui, Kamis (17/10) membenarkan perusahaan dulunya yang bernama Mandara Giri sempat jalan di tempat. Terlebih saat ia awal-awal ke sana tahun lalu mengaku merasa ada seperti di hutan rimba. “Dengan program pimpinan yang sekarang sudah mulai sedikit terurus. Waktu awal saya ke sini tidak lihat gambar apa, seperti ada di hutan rimba, perlahan kita benahi. Mandara Giri lepas dan berubah menjadi Perumda,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku beberapa sub usaha yang bangkrut dulunya sekarang tidak dilanjutkan lagi. Usaha yang bangkrut tersebut dikatakan usaha bengkel. Namun untuk usaha lainnya terdiri atas percetakan, barang dan jasa, sampai jasa kontruksi atau kontraktor merupakan tiga unit usaha yang tengah digebernya.

Perempuan asli Gianyar itu pun menambahkan untuk menghidupkan Perumda, pihaknya telah menjelain kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Tentunya dalam mengambil proyek tiga unit usaha tersebut. “Setiap ada kegiatan di masing-masing OPD pasti akan mencetak baliho atau spanduk, renovasi bangunan sampai membangun, dan memperbaiki AC itu kita ambil,” ungkap Mahetri.

Ia menambahkan perubahan secara resmi Darma Giri menjadi Perumda Gianyar sekitar September 2018 lalu. Sedangkan berkembangnya usaha melibatkan kerjasama dengan OPD di Pemkab Gianyar sejak Februari 2019. Bahkan untuk PAD sudah sempat ia setorkan pada pertengahan tahun 2019 ini sebesar Rp 30 juta. Pada tahun berikutnya, pihaknya berkomitmen menaikkan lagi PAD yang disumbangkan sebesar 50 persen lagi.

“Penyertaan modal dari pemerintah di Perumda sebesar Rp 6,4 miliar. Untuk kerjasama dengan OPD kita juga dapat sebesar 70 sampai 80 persen. Sedangkan sisanya itu kita juga berikan kesempatan pada pihak swasta, kalau memonopoli itu kan tidak boleh juga,” tandasnya.

Untuk jasa kontraktor pihaknya pun memang telah memiliki rekanan, sehingga beberapa proyek renovasi dan pembangunan pasar sudah sempat dilakukannya. Salah satunya renovasi gedung bale dauh dan bale daje di Kantor Bupati, sampai pasar relokasi pedagang  Pasar Sukawati di Lapangan Sutasoma Kecamatan Sukawati. “Ke depannya kita akan membuka toko percetakan dan sejenisnya sampai malam, dan percetakan terbesar di wilayah timur. Selain itu juga terlibat dalam pemasaran air kemasan Tirta Sanjiwani yang akan digodok oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar,” imbuhnya.

Perumda tersebut saat ini untuk kantornya buka selama lima hari kerja, dari pukul 07.30 sampai 15.00 dengan mempekerjakan sebanyak 17 pegawai. Karena Perumda yang dirasanya belum 100 persen sehat itu baru bangun dari tidur panjanngnya sehingga ia pun memanajemen pegawainya sebaik mungkin. Bahkan bagi yang terlambat dan izin dipotong gajinya, dan bagi yang rajin dapat bonus sesuai hasil kerjanya sendiri.

“Kita ini kan sebagai perusahaan, bukan bekerja seperti di kantor pemerintahan walaupun izin gajinya tetap segitu dapat. Jadi di sini siapa yang terlambat atau izin ya mengurang juga upah yang didapatkannya, karena jam kerjanya ia kurangi sendiri,” tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia