Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mayat di Pantai Siyut Diduga Kena Tipu, Banyak Pasir di Ususnya

18 Oktober 2019, 17: 24: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mayat di Pantai Siyut Diduga Kena Tipu, Banyak Pasir di Ususnya

Pande Mahayasa (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Penyebab kematian Pande Mahayasa yang jasadnya ditemukan di Pantai Siyut Selasa sore (15/10) lalu belum terungkap. Cuma, sepeda motor korban, telah ditemukan di Pantai Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Saat ini sudah diamankan di Mapolsek Kota Gianyar. Hal itu dijelaskan oleh Kapolsek Kota Gianyar, Kompol Ketut Suastika saat ditemui Jumat (18/10). 

Menurutnya, informasi korban diduga kena tipu oknum yang mengaku dari lembaga pencari kerja. Ditambah lagi dengan adanya bukti korban telah mentransfer uang sebesar Rp 3,9 juta. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi dari RS Sanglah Denpasar. "Kemarin kita cek lagi ke rumah korban. Kita minta keterangan dari pamannya yang diajak tinggal bersama di rumah termasuk kakak kandungnya. Korban dikatakan memang tipe orang pendiam," jelasnya. 

Dilanjutknnya, korban hendak bekerja ke luar negeri melalui lembaga pencari kerja. Kemudian korban terlebih dahulu diminta melakukan interview ke Jakarta. Namun ada juga oknum yang mengaku dari lembaga pencari kerja agar mengirimkan uang untuk biaya tes kesehatan. Sehingga korban mengirim uang sebesar Rp 3,9  juta tersebut, setelah dicek kemungkinan modus penipuan.

Untuk sepeda motor korban telah ditemukan di Pantai Pering, Kecamatan Blahbatuh. Sepeda motor honda vario pink dengan nomor polisi DK 6092 KI itu ditemukan dengan posisi standar dan di atas sepion ada helm korban. Namun untuk kuncinya tidak ada, dan di sadel motor berisikan pasir bekas diduduki. 

"Keterangan warga setempat motor korban sudah ada terparkir sejak Senin pagi (14/10). Sedangkan sesuai keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Minggu malam (13/10)," bebernya. 

Setelah itu, karena mendapat informasi tersebut polisi langsung melakukan pemeriksaan ke rumah sakit tempat korban tes kesehatan. Tetapi rumah sakit tersebut diketahui tidak ada meminta uang sepeser pun terhadap korban. "Lembaga pencari kerja ini ada cabang yang berlokasi di Denpasar, termasuk tempat tesnya juga. Setelah dicek ke sana memang tidak ada meminta uang seperti itu. Apakah kematian korban ada kaitan dengan ini, masih kita dalami. Belum berani kita menyimpulkan," tandas Kompol Ketut Suastika. 

Ia menambahkan untuk proses transfer uang lewat rekening itu dibantu oleh kakak korban. Bahkan uang tersebut ditransfer ke rekening pribadi orang yang dituju, sejauh ini pihak kepolisian belum sampai melacak rekening tersebut. "Kita cari dulu penyebab kematian korban, untuk rekeningnya belum kita lacak. Kalau ada kaitannya kita telusuri," ungkapnya. 

Ditambahkannya bahwa penyebab kematian korban ada dua kemungkinan, yaitu salah pati (mati karena kecelakaan, jatuh, digulung ombak), atau ulah pati (bunuh diri). "Kalau biru di kepalanya itu seperti terbentur karang, normalnya tidak membuat mati tapi pingsan iya. Sedangkan bagian rahang saat saya evakuasi memgalami seperti mengelupas itu kemungkinan karena mulutnya kemasukan air laut, data yang ada ususnya banyak ada pasir. Penyebabnya kemungkinan ada dua, salah pati atau ulah pati, kita tunggu hasil otopsi belum berani menyimpulkan dulu," imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia