Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bahas Rancangan APBD 2020, Banggar Soroti Penurunan Target PAD Tabanan

18 Oktober 2019, 18: 55: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bahas Rancangan APBD 2020, Banggar Soroti Penurunan Target PAD Tabanan

RAPAT : Rapat Banggar DPRD Tabanan, Jumat (18/10). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - DPRD Tabanan menggelar Rapat Badan Anggaran (Banggar) untuk membahas Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, Jumat (18/10). Tim Banggar pun meminta TAPD, dalam memasang target, harus terukur dan sesuai data sehingga perkembangan PAD tidak stagnan.

Pada rapat tersebut juga dibahas penyertaan modal untuk Perusda Dharma Santika. Sebelum memberikan penambahan modal, anggota Banggar meminta Perusda memberikan kajian yang jelas sehingga baru bisa diberikan anggaran. Anggota Banggar meminta Perusda diajak duduk bersama dalam membahas penambahan modal tersebut. 

Ketua Banggar sekaligus Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga yang memimpin rapat mengatakan, data lima tahun terakhir menunjukkan jumlah PAD mengalami peningkatan pada  tahun 2016, 2017, dan 2018. Namun di tahun 2019 dan penyusunan tahun 2020 mengalami penurunan. 

Rancangan APBD 2020, PAD direncanakan sebesar Rp 388,420 miliar, yang artinya mengalami penurunan sebesar Rp 1,626 miliar atau 0,42 persen dari anggaran induk tahun 2019 sebesar Rp 390,046 miliar, atau jika dibandingkan dengan perubahan KUA 2019 sebesar Rp 398,220 miliar, maka mengalami penurunan sebesar Rp 9,800 miliar lebih atau 2,52 persen.

"Selain terkait rencana PAD tersebut, kami juga memperhatikan laporan realisasi anggaran, khususnya realisasi PAD sampai dengan Agustus 2019 yang baru tercapai 65,82 persen. Padahal, hal itu dangat berpengaruh pada rancangan APBD tahun 2020 yang sedang kami susun," tegas Dirga.

Dengan demikian, pihaknya berharap OPD pemungut PAD agar mengambil langkah dan terobosan untuk menggali dan memaksimalkan pemasukan PAD terutama komponen pajak, retribusi, dan lain-lain PAD yang sah. Terlebih tahun 2020 adalah tonggak terakhir menuju pencapaian Tabanan Serasi sehingga masih banyak program atau kegiatan yang mesti dibiayai dari APBD.

Ditambahkan oleh anggota Banggar I Gusti Nyoman Omardani, masalah pemasangan kenaikan target pendapatan harus dikaji dengan terukur. Yang mana tidak bisa sembarangan memaksa eksekutif dalam memasang target dengan jumlah angka sembarang. Sehingga, menurutnya, harus dilakukan diproteksi dini. 

"Misalnya potensi yang berkaitan dengan pendapatan harus dicek. Sekarang sudah ada perubahan sarana, salah satunya pemasangan e-ticketing akan ada evaluasi. Dengan pemasangan ini, beberapa potensi bisa ditingkatkan. Masak terus stagnan?," tegasnya.

Disamping itu, menurutnya, juga telah dibangun sistem online, yakni pihak hotel restoran saat membayar pajak sudah terintegrasi dengan bank. Sehingga kebocoran yang dikhawatirkan selama ini otomatis dianggap sudah hilang. "Nah dengan adanya ini, masak tidak berani memasang target peningkatanya. Namun yang harus dipastikan, berapa sistem yang belum dipasang. Jadi ini harus detail untuk mengumpulkan," imbuhnya. 

Politisi PDIP asal Pupuan itu juga menyebutkan, sebelumnya sudah dibahas tentang wajib pajak. Dan sekarang sudah diterapkan sistem di Dinas Perijinan seperti Online Single Submission (OSS) Goes publik yang artinya pelayanan sampai ke desa. "Artinya, dengan melihat gambaran secara kasat mata, mudah sekali memasang target. Kecuali yang sifatnya retribusi seperti Tanah Lot karena tergantung kunjungan wisatawan," sambungnya.

Maka dari itu, Omardani meminta agar jangan membuat rancangan yang justru turun,  padahal sistem sudah dibangun. Artinya sudah banyak potensi yang semestinya diambil. "Tetapi kalau kita melihat dari target yang dibuat TAPD, cenderung turun baik itu pajak daerah dan retribusi," tukasnya. 

Ia pun menyarankan TAPD mengukur pendapatan terukur berdasarkan data-data karena tidak bisa menentukan sembarang target yang dibuat. Begitu pula statistik harus pelajari agar seluruh terintegrasi. Dimana sebelumnya TAPD memberikan target secara global tidak terinci.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia