Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Simpan Belasan Penyu, Hendak Dijual ke Denpasar, Warga Melaya Diciduk

18 Oktober 2019, 20: 07: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Simpan Belasan Penyu, Hendak Dijual ke Denpasar, Warga Melaya Diciduk

PENYU HIJAU : Belasan penyu berbagai ukuran diamankan petugas Polres Jembrana dari rumah warga di Banjar Kelatakan, Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Kamis sore (17/10). (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Belasan ekor penyu kembali diamankan petugas Polres Jembrana. Penyu dengan bobot kisaran 15 kilogram sampai 100 kilogram ini diamankan dari rumah salah satu warga, Tahwan, 48 yang tinggal di Kecamatan Melaya. Rencananya belasan penyu hijau tersebut, dalam waktu dekat akan dijual di wilayah Kota Denpasar.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita ditemui di Mapolres Jembrana, Jumat pagi (18/10) mengatakan, sebelum mengamankan tersangka beserta belasan ekor penyu hijau, pihaknya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada aktivitas penurunan penyu di sekitar Pantai Kelatakan pada Rabu malam (16/10). Berdasarkan informasi tersebut, tim selanjutnya menelusuri dan menyelidiki kebenarannya.

"Total ada 13 ekor penyu hijau yang kami amankan dari gudang bawah rumah tersangka. Kondisinya sangat mengenaskan dengan kedua sirip penyu diikat dengan tali senar. Tujuannya agar penyu-penyu tersebeut tidak bergerak," ujarnya.

Dari keterangan tersangka, sambung Kasat reskrim, ke-13 satwa yang dilindungi undang-undang ini merupakan milik seorang pria bernama Sangkal asal Madura. Penyu-penyu tersebut diangkut menggunakan perahu dari perairan Madura dan mendarat di Pantai Klatakan pada hari Rabu (16/10) sekitar pukul 20.00 Wita. Kemudian satu-persatu penyu-penyu itu diangkat dan disimpan di rumah tersangka Tahwan sambil menunggu pembeli dari Denpasar. "Tersangka mengaku dititipi. Dari menyimpan dan menjaga (penyu,Red) itu, ia mengaku diberi upah Rp100 ribu. Hal ini masih kami dalami," ujar Yogie. Tersangka Tahwan juga mengakui bahwa dirinya kenal dengan Sangkal saat melaut. Namun ia tidak tahu persis dari mana Sangkal mendapatkan penyu-penyu tersebut. "Katanya yang kecil nanti dijual Rp1 juta, kalau yang besar tidak tahu," ujarnya Tahwan.

Tersangka yang kini ditahan di sel Mapolres Jembrana, dijerat Pasal 21 Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistim dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Sementara itu, dikonfirmasi di Mapolres Jembtana, Wayan Subawa, staf KSDA Jembrana mengatakan, penyu paling besar yang diamankan polisi memiliki panjang cangkang sekitar 100 cm dan lebar 93 cm. Penyu ini diperkirakan berusia  lebih dari 80 tahun. "Terkecil memiliki ukuran panjang cangkang 48 cm dan lebar 45 cm" imbuhnya.

Penyu-penyu tersebut, lanjutnya, sementara dititipkan di konservasi penyu Kurma Asih di Desa Perancak, sebelum dilepas kembali ke habitatnya. "Untuk sementara dikarantina di sana. Kapan dilepasliarkan, tergantung kondisi penyu," pungkasnya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia