Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bupati Suwirta Pergoki Penambang Liar di Eks Galian C

18 Oktober 2019, 20: 48: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bupati Suwirta Pergoki Penambang Liar di Eks Galian C

DIGEMBOSI – Truk pengangkut pasir di eks galian C digembosi petugas Satpol PP Klungkung. (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Pemasangan portal di beberapa jalur masuk eks galian C, Klungkung sebagai antisipasi pengerukan pasir secara illegal, belum maksimal. Buktinya, masih ada aktivitas penambangan liar. Hal itu dilihat langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika melintas di jembatan wilayah eks galian C, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, selepas melaksanakan kegiatan bersih- bersih sampah plastik di pesisir Kusamba, Jumat (18/10) pagi.

Melihat hal itu, Suwirta langsung berhenti. Petugas Satpol PP yang ikut mendampingi Suwirta diminta menyambangi mereka yang melakukan penambangan liar.  Begitu melihat petugas, orang-orang yang tengah beraktivitas itu lari tunggang langgang. Mereka meninggalkan peralatannya. Di antaranya skop, sepatu boot, alat pengayak, termasuk dua unit truk.

“Galian C sudah lama ditutup. Seharusnya tidak ada lagi aktivitas menambang pasir. Terlebih kawasan ini sedang proses penyertifikatan, karena akan dibangun pusat kebudayaan Bali,” ujar Suwirta. Ia pun meminta Satpol PP bertindak tegas. Misalnya secara rutin melakukan pemantauan dan menambah portal di beberapa titik masuk menuju eks galian C.

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta mengakui, personelnya gagal menangkap penambang liar karena keburu kabur. Namun, dari dua truk yang ditinggal kabur itu, petugas berhasil mendapati STNK-nya.

“Kami tunggu dia mengambil STNK-nya di Pol PP,” ujar Suarta. Sedangkan satu truk lainnya sudah dikomunikasikan dengan Polres Klungkung biar ditemukan pemiliknya. “Kedua truk sudah digembosi bannya,” jelas Suarta.

Penambang liar itu mencari celah masuk ke areal galian C. Memang, dijelaskan Suarta, pemerintah telah memasang portal. Namun belum semua jalur masuk dipasangi. Salah satu alasannya karena ada keberatan dari warga.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia