Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pesta Arak Oplosan, Dua Warga Flores Tewas, Sisanya Kritis

18 Oktober 2019, 21: 29: 02 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pesta Arak Oplosan,  Dua Warga Flores Tewas, Sisanya Kritis

KERACUNAN: Dokter Ida Bagus Putu Alit memberikan keterangan tentang pemeriksaan terhadap korban yang tewas karena keracunan methanol. (NORIS SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Korban minuman keras tak pernah habisnya. Kali ini dua nyawa melayang sia–sia, setelah pesta arak oplosan. Beberapa orang masih kritis.

Korban tewas dua orang berasal dari Flores, NTT. Dua orang ini sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit terpisah. Korban Antonius Randi, 26  akhirnya dinyatakan meninggal setelah mendapatkan perawatan di UGD RS Sanglah. Sementara itu Patrinus Senja, 26, yang sempat mendapat perawatan di RS Bali Royal Hospital (Bross), akhirnya dinyatatakan meninggal dunia, dan jenazah langsung dibawa ke Forensik RSUP Sanglah Jumat (18/10) pukul 03.15 Wita.

Kepala Bagian Instalasi Forensik RSUP Sanglah dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF SpF menjelaskan, kedua korban dicurigai meninggal dunia karena keracunan minuman beralkohol. Korban beberapa hari sebelumnya berpesta miras bersama beberapa temannya.  Saat ini beberapa temannya masih menjalani perawatan dan masih dalam kondisi kritis.

“Korban kami curigai keracunan methanol, karena ada riwayat minum-minum alkohol sebelumnya. Sementara temannya yang lain, saat ini dirawat di UGD RSUP Sanglah dengan gejala-gejala yang sama,” jelasnya

Lebih lanjut dr. Alit juga menambahkan, korban yang masih dirawat di UGD masih dalam perawatan intensif. Pihaknya juga masih menyimpan sampel darah dan kencing dari korban untuk diperiksa lebih mendalam. “Kondisi yang lainnya masih stabil.  Namun untuk memastikan, kami masih menyimpan sampel darah dan kencingnya untuk diperiksa,” imbuhnya.

Dia memaparkan, bahwa korban pertama yang menjalani perawatan di UGD RS Sanglah sudah menunjukkan keracunan sangat berat. Sehingga ketika dirawat di UGD Sanglah, sudah langsung meninggal. Sedangkan yang dirawat di RS Bross, sempat masuk ICU dan akhirnya meninggal, kemudian dibawa ke RS Sanglah. “Yang masuk pertama ke UGD RS Sanglah, kondisinya sudah berat. Sampai di sini sudah meninggal. Sedangkan yang di Bross, sempat masuk ICU, namun akhirnya meninggal,” urainya.

Sementara itu, salah satu kerabat korban meninggal yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa korban sempat minum miras bersama dengan teman-temannya. “Dia minum miras oplosan bersama teman-temannya, sekitar 10 orang, dan sekarang ada tiga orang yang masih dirawat di IGD,” ucapnya. Sedangkan versi dr Alit, yang dirawat saat ini 4 orang. Jadi ada perbedaan jumlah pasien versi keluarga dan versi dokter. Rencananya, jenazah korban akan langsung di pulangkan ke Flores.  “Jenazahnya nanti akan langsung di bawa ke Flores,” aku sepupu korban.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia