Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lahan Eks BPU Mulai Ditata, Jadi RTH Tematik

18 Oktober 2019, 22: 10: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lahan Eks BPU Mulai Ditata, Jadi RTH Tematik

PROYEK: Proses penataan lahan eks BPU yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Singaraja, Jumat (18/10). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dinas Perkimta Buleleng mulai melakukan penataan terhadap lahan eks Bank Perniagaan Umum (BPU) yang terletak di Jalan Gajah Mada Singaraja. Rencananya, di lahan yang dihibahkan dari Kementerian Keuangan kepada Pemkab Buleleng ini akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) tematik yang di dalamnya terdapat taman baca.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) Jumat (18/10) siang, lahan seluas sepuluh are ini mulai ditata dengan menggunakan alat berat. Tanah yang terdapat bangunan kolonial ini pun akan diratakan.

Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Komang Surattini menyebut, penataannya ini mulai dikerjakan terhitung 10 Oktober. Penataan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan ini akan dikerjakan selama 60 hari mendatang.

Pengerjaan dilakukan kontraktor pelaksana CV Perdana Niaga, dengan anggaran Rp 192 juta lebih. “Kontraknya sudah minggu lalu dimulai. Penataan lahan selama 60 hari kalender. Targetnya, Desember bisa rampung,” ujar Surattini, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Selanjutnya, jika penataan sudah rampung, tahun 2020 pihaknya akan membangun taman baca terbuka. Pembangunan taman baca ini dirancang dalam bentuk perpustakaan online yang dilengkapi dengan fasilitas wifi.

“Memang pembangunannya secara bertahap. Tahun ini penataan saja dulu. Sedangkan pembangunan taman bacanya baru tahun depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemkab Buleleng menerima hibah lahan eks BPU ini setelah Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng melakukan pendataan aset. Bupati Suradnyana yang sebelumnya sempat meninjau lahan ini menyebut, posisi lahan sangat strategis. “Di sekelilingnya taman, tetapi bangunan induk yang dulunya dipakai gedung itu, kami jadikan sebagai salah satu warisan dalam bentuk cagar budaya, yang memang ini adalah peninggalan jaman kolonial. Kami akan jaga ini,” ujar Suradnyana belum lama ini.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia