Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Sportainment

Entah Apa yang Merasukimu, Bali United?

18 Oktober 2019, 22: 15: 12 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Entah Apa yang Merasukimu, Bali United?

DIBANTAI: Kapten Fadil Sausu melepaskan tembakan ke gawang Borneo FC dalam laga di Samarinda tadi malam. (BALI UNITED)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS -  “Entah apa yang merasukimu, Bali United?” demikian cuit salah seorang fans usai Bali United dibantai tanpa ampun oleh Pusamania Borneo FC 0-6 di Samarinda tadi malam (18/10). Ya, celoteh kekesalan tadi merujuk lagu yang tengah viral di mana-mana tersebut.

Betapa tidak, setelah Liga 1 libur dua pekan, seolah Serdadu Tridatu “lupa” cara main bola. Beruntung, sejauh ini posisi puncak masih aman. Namun, tentu saja suporter ketar-ketir. Karena kekalahan telak ini dikhawatirkan merusak mental pemain dan berpengaruh pada laga-laga selanjutnya.

Terlebih, bagi kiper Wawan Hendrawan, kebobolan banyak gol menjadi kali kedua setelah Jumat pekan lalu kebobolan lima gol saat timnas Indonesia dibantai Uni Emirat Arab lima gol. “Bisa jadi ini tamparan keras agar lebih fokus on the top,” ujar salah seorang fans Bali United, Fikri Ardiansyah, yang mencoba bijak usai mendapat update skor laga.

Melihat jalannya pertandingan, yang disiarkan tunda tersebut, menurutnya pertahanan Bali United sangat rapuh. Tidak seperti biasanya. Nampak jelas koordintas di belakang tidak padu. “Antara kordinasi antara Pacheco dan Gunawan kurang bagus. Jadi lawan gmpang jebol,” imbuh Fikri yang diwawancarai tadi malam.

Terlebih, Borneo cerdik memanfaatkan kecepatan Terens Puhiri. Saat adu sprint, Gunawan tentu sulit mengimbangi Terens. Ini terbukti lewat gol pembuka yang diceploskan mantan pemain Bali United, Lerby Eliandri pada menit 34 usai memanfaatkan umpan Terens.

Rekannya sesama suporter, Kadek Ari menyebut, sejatinya kekalahan Bali United karena Borneo bisa menguasai lini tengah. “(Borneo) Bisa matiiin Brawa Nouri di tengah,” ujar Ari.

“Sebenernya kunci permainan di Bali itu ada di Brawa Nouri. Kalo dimatiin pasti susah. Tengahnya Bali sudah dikuasai,” sambungnya.

Namun, menurut dia, strategi pelatih Teco di lini pertahanan sudah benar untuk mengantisipasi bola atas. Gunawan Dwi Cahyo dipilih karena posturnya bisa mengimbangi striker Borneo yang jangkung-jangkung.

Namun, Borneo rupanya cerdas memanfaatkan celah. Mereka banyak melakukan tusukan-tusukan dari sayap. “Banyak nusuk-nusuk dari sayap. Karena speed winger,” tandas Ari.

Dalam pertandingan tadi malam, lima gol Borneo dicetak pada babak kedua. Renan Silva menggandakan keunggulan Borneo FC pada menit ke-55. Umpan dari Lerby sukses dimanfaatkannya untuk mengekor gawang lawan. Margin keunggulan Bali United semakin menjauh pada menit ke-60. Kerja samanya dengan Renan Silva berhasil berbuah gol ketiga untuk Borneo FC.

Bali United kian menjadi bulan-bulanan tuan rumah setelah kebobolan gol keempat. Tendangan Renan pada menit ke-75 memperdaya kiper Wawan Hendrawan.

Rival Lastori semakin menambah penderitaan Bali United. Berhasil mencuri bola dari Dias Angga, pemain bernomor punggung 11 ini sukses mengecoh Wawan. Borneo FC berpesta lima gol hingga menit ke-85.

Setengah lusin gol bersarang di gawang Bali United setelah Terens mencetak gol keduanya pada menit ke-89. Berawal dari umpan Renan, pemain berusia 22 tahun itu berhasil lolos dari jebakan offside untuk menaklukkan Wawan.

(bx/aim/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia