Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Wagub Cok Ace Paparkan Tantangan Pembangunan Bali di Forum Nasional

18 Oktober 2019, 22: 31: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wagub Cok Ace Paparkan Tantangan Pembangunan Bali di Forum Nasional

TALK SHOW: Wagub Cok Ace menjadi pembicara pada Talk Show dalam Trade, Tourism and Invesment Forum Tahun 2019 di Garuda 5 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Banten, Jumat (18/10). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BANTEN, BALI EXPRESS – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjadi pembicara pada Talk Show dalam Trade, Tourism and Invesment Forum Tahun 2019 yang berlangsung di Garuda 5 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Banten, Jumat (18/10). Pada kesempatan itu, wagub yang akrab disapa Cok Ace ini memaparkan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan daerah Bali.
Mengawali paparannya, penglingsir Puri Ubud ini menjelaskan, dari segi luas wilayah, Bali terbilang kecil yaitu hanya seluas 5.700 kilometer persegi. Capaian secara makro, Bali berada di atas rata-rata nasional dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan angka kemiskinan berada di bawah rata-rata nasional.

Mengenai kontribusi tiap sektor terhadap PDRB, pariwisata masih mendominasi, yakni sebesar 69,38 persen. Disusul sektor industri dan pertanian masing-masing 15,87 persen dan 14, 75 persen. Gambaran kontribusi tiap sektor itu menunjukkan, hingga saat ini pariwisata masih menjadi lokomotif perekonomian daerah Bali.
Terkait perkembangan sektor pariwisata, Cok Ace juga menginformasikan, selain wilayah daratan, Bali mempunyai beberapa pulau kecil yang sedang berkembang yaitu Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Setiap harinya rata-rata 5 ribu wisatawan menyeberang ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Untuk itu, Pemprov Bali memberi perhatian terhadap pengembangan pulau-pulau tersebut melalui rencana pembangunan dermaga segitiga emas yang menghubungkan Bali daratan dengan Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Di lain pihak, sejalan dengan menggeliatnya perkembangan Nusa Penida dan Lembongan sebagai destinasi pariwisata, Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain menurunnya kualitas wisatawan. Selain itu, Bali juga harus menghadapi makin banyaknya pesaing.

“Sebelumnya pesaing kami antara lain Thailand, Malaysia dan Singapura. Belakangan sejumlah negara seperti Laos, Vietnam dan Birma juga gencar promosi,” ucapnya.
Tantangan lain yang dihadapi Bali yakni makin menyusutnya lahan pertanian yang sebenarnya menjadi bagian dari sektor pariwisata. Setiap tahunnya, penyusutan lahan pertanian mencapai seribu hektare. “Ini menjadi kekhawatiran kami, karena yang dikembangkan di Bali adalah pariwisata budaya yang berbasis pertanian. Kalau lahan pertanian makin menyusut, kami khawatir juga,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Pemprov Bali menempuh kebijakan dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Peraturan ini dimaksudkan untuk mendorong fanatisme masyarakat Bali untuk memanfaatkan produk lokal, khususnya hasil pertanian.

Masih dalam upaya mendorong industri lokal, Pemprov juga mengeluarkan Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali yang mewajibkan pegawai menggunakan busana berbahan kain tenun lokal.

Di bagian lain, Cok Ace juga menginformasikan upaya peningkatan kualitas infrastruktur untuk mengatasi ketimpangan Bali selatan dan utara. Infrastruktur yang saat ini sedang digarap yakni pembangunan shortcut yang mempersingkat waktu tempuh Denpasar-Singaraja.

Selain peningkatan infrastruktur darat, Bali juga menaruh perhatian terhadap infrastruktur udara melalui rencana pembangunan bandara di Bali Utara. Terkait kerjasama antar daerah, Cok Ace mempersilahkan daerah lain menjadikan Bali sebagai etalase dalam pemasaran produk.
Selain Wagub Cok Ace, talk show yang mengangkat tema optimalisasi sumber daya dan potensi dalam meningkatan Ease of Doing Business di daerah juga menghadirkan pembicara dari Jawa Tengah dan Banten.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia