Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dilalui Kendaraaan Berat, Jalan ke Pura Lempuyang Rusak

18 Oktober 2019, 22: 53: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dilalui Kendaraaan Berat, Jalan ke Pura Lempuyang Rusak

BERGELOMBANG: Warga Desa Tribuana melintasi jalan masuk menuju parkir bus kawasan Pura Lempuyang, Jumat (18/10). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Ruas jalan menuju area parkir Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, kerap dilalui kendaraan berat. Tiap hari, puluhan bus maupun minibus terhitung melintasi jalan tersebut. Tak ayal, jalan masuk menuju parkir bawah kawasan Pura Lempuyang tersebut berlubang dan bergelombang, hampir di semua bagiannya. Kondisi itu pun dikuatirkan dapat membahayakan warga, para pamedek, maupun wisatawan yang melintas.

Pantauan di lokasi Jumat (18/10) menunjukkan, badan jalan sepanjang 100 meter itu kini dipenuhi pasir dan kerikil kecil. Bahkan material itu telah menutup hampir sebagian ruas jalan. Tidak itu saja, terdapat beberapa lubang dengan kedalaman dan diameter bervariasi. Syukurnya warga masih bisa berkendara seperti biasa. Hanya saja, mereka kuatir kondisi jalan yang rusak, bakal membuat bus kesulitan melewati jalan menanjak itu.

Bendesa Adat Purwayu I Nyoman Jati mengatakan, jalan tersebut sudah rusak sejak setahun lalu akibat beban kendaraan yang berat. Dia memaklumi akses itu menjadi jalan satu-satunya. “Di samping itu, hujan juga turut menghanyutkan aspal. Maklum juga, jalan itu rusak karena usia (lama),” kata Jati yang juga tinggal bersebelahan dengan jalan rusak tersebut.

Menurut dia, kondisi beberapa lubang sebelumnya lebih parah daripada saat ini. Saking dalamnya lubang tersebut, pengendara wajib ekstra hati-hati jika tidak ingin terjungkal. Warga lantas menimbun lubang itu menggunakan tanah maupun pasir agar dapat dilalui. “Kami berharap ada bantuan perbaikan,” harapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karangasem Ida Bagus Putu Suastika belum berani berkomentar lebih detail atas kondisi jalan tersebut. Meskipun jalan itu adalah akses masuk menuju parkir atau rest area yang notabene jadi tanggung jawab Dishub. “Memang kami (Dishub) yang punya parkir terminal. Tapi jalan menuju terminal belum jelas, bahkan tidak ada tercatat di Dishub Karangasem,” sebut Suastika melalui telepon.

Akibat ketidakjelasan itu, pihaknya tidak memasang anggaran. Namun dia berupaya perbaikan bisa berjalan 2020 mendatang. Namun sebelumnya, pihaknya bakal memastikannya terlebih dulu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem. “Aset kami hanya rest area atau parkir. Informasinya dulu bukan Dishub yang mengaspal. Nanti akan kami koordinasi termasuk memohon bantuan ke PU Provinsi, karena jalan tersebut juga sebagian merupakan ruas provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Karangasem Ketut Prama Budarta juga mengaku bakal mengecek kembali, apakah jalan tersebut merupakan aset PUPR atau Dishub Karangasem. Di sisi lain, Prama membenarkan perbaikan jalan sempat dilakukan beberapa tahun lalu menjelang upacara besar di Pura Lempuyang. Namun perbaikan itu merupakan bantuan Dinas PU Provinsi Bali. “Kami juga masih telusuri dulu biar jelas,” katanya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia