Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pamit ke Rumah Teman, Kecelakaan, Siswa SMP Tewas di Buruan

20 Oktober 2019, 17: 27: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pamit ke Rumah Teman, Kecelakaan, Siswa SMP Tewas di Buruan

KECELAKAAN : Foto korban kecelakaan (baju kuning) saat ditunjukan oleh salah satu anggota keluarga korban, di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Minggu (20/10) (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Kecelakaan di jalan Udayana Banjar Getas Kawan, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, memakan korban jiwa  Sabtu, (19/10). Korban merupakan warga Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dan masih sebagai seorang pelajar di salah satu SMP Negeri di Gianyar. 

Data yang berhasil dihimpun, kecelakaan terjadi antara sepeda motor Honda Vario  DK 3582 KX yang dikendarai korban Made Agus Hadidinanta Muliakusuma,14, dengan sepeda motor scoopy DK 7904 LU dikendarai oleh DW GD SDK,17, pelajar asal Desa Sidan, Gianyar.

Kronologinya, pengemudi sepeda motor DK 3582 KX dan sepeda motor DK 7904 LU datang dari utara ke selatan.  Dimana posisi sepeda motor DK 7904 LU berada di depan, sampai di TKP saat beriringan kurang menjaga jarak aman. Sehingga sepeda motor DK  3582 KX menabrak bagian belakang motor DK 7904 LU yang bergerak di depannya tersebut. 

Akibat tabrakan itu pengemudi sepeda motor DK 3582 KX jatuh  mengalami luka luka dan meninggal dunia di RSUD Sanjiwani Gianyar. Korban yang masih duduk di bangku SMP tersebut mengalami luka cedera kepala berat, bahu kanan patah, rahang kanan remuk, di saat kejadian korban dilarikan RSU Sanjiwani Gianyar nyawanya tidak tertolong. 

Sedangkan penuturan paman korban, Nyoman Aryawidana, ditemui di rumah duka, Banjar Kebon, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar,  Minggu (20/10), menceritakan korban sempat pamit meninggalkan rumah untuk pergi ke acara temen sekolahnya. Di perjalanan pulang, korban mengelami kecelakaan. Secara pasti kronologi kecelakaan belum bisa disampaikan karena minimnya saksi. 

Upacara pengabenan, rencana dari keluarga akan digelar tanggal 4 November 2019 mendatang. Paman korban menambahkan, di mata keluarga korban, Agus Adi sapaan akarabnya sangat baik, pendiam, dan juga berprestasi dalam bidang seni lukis. "Anak saya ini memang dasarnya kalem. Kebetulan ayahnya juga seorang guru lukis" ujarnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia