Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Suwirta Pergoki Café Remang-remang Berkedok Warung Lalapan

20 Oktober 2019, 20: 23: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Suwirta Pergoki Café Remang-remang Berkedok Warung Lalapan

SIDAK: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sidak cafe remang-remang, Sabtu malam (19/10). (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Upaya Pemkab Klungkung menutup café remang-remang tak membuat semua pengusaha café patuh. Ternyata masih ada yang buka. Diduga untuk mengelabui petugas, sebuah café remang-remang di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, dikemas dengan warung lalapan.

Hal tersebut terungkap saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan inspeksi mendadak (sidak) didampingi Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra, petugas Pol PP dan TNI/Polri, Sabtu (19/10) malam. Suwirta menyambangi warung lalapan itu setelah mendapat laporan dari masyarakat lewat pesan elektronik Whatsapp (WA). Ia yang malam itu agenda membuka turnamen bola voli di Desa Suasana, Kecamatan Nusa Penida, akhirnya menyempatkan diri memastikan pesan WA tersebut.  

Saat Suwirta masuk ke dalam warung lalapan itu, ditemukan tempat karaoke. Terdapat tiga waitress di sana. Yakni Feriyusida asal Banyuwangi, Sulisyowati asal Jember dan Theresia Aguestien asal Bondowoso. Kepada petugas, ketiganya mengaku sudah sering pindah kerja. Sempat di Tabanan dan Sidakarya, Denpasar.  Melihat hal itu, Suwirta tugaskan pihak terkait segera menindaklanjutinya. Ketiga cewek itu agar dipulangkan ke kampungnya. “Sebelumnya cafe ini sudah pernah saya tutup.  Tetapi masih saja ada yang diam-diam melanggar aturan,” ungkap Suwirta.

Suwirta mengimbau masyarakat di Nusa Penida yang membuka warung agar mematuhi aturan yang berlaku. “Pariwisata (pariwisata di Nusa Penida) sudah berkembang. Tolong bersama-sama jaga.  Saya tidak mau lagi kejadian seperti ini terulang kembali,” harap Suwirta. Ia pun berharap café remang-remang lain yang sudah ditutup tidak lagi coba-coba beroperasi. Baik yang di Nusa Penida maupun di Klungkung daratan. “Hal ini kami lakukan agar ke depannya seluruh masyarakat bisa terhindar dari hal-hal yang kurang baik terutama untuk generasi muda,” tandas bupati asal Dusun Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida itu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia