Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features

Cassete Store Day di Plaza Renon, Ada Kaset Pita hingga Piringan Hitam

20 Oktober 2019, 20: 39: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Cassete Store Day di Plaza Renon, Ada Kaset Pita hingga Piringan Hitam

Cassete Store Day di Plaza Renon, Ada Kaset Pita hingga Piringan Hitam (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pengunjung melihat kaset pita yang dijual dan dipamerkan saat acara peringatan Cassette Store Day di Plaza Renon, Denpasar, Minggu (20/10). Cassette Store Day sendiri merupakan kegiatan internasional yang digelar penggemar kaset untuk merayakan rilisan dalam bentuk kaset pita yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia pada bulan Oktober.

Westside MuzeeQ dan penggerak acara Cassette Store Day, Andhika Gautama menjelaskan bahwa acara ini telah digelar serentak di seluruh dunia sejak tahun 2013. Namun di Bali baru dimulai sejak tahun 2016.

"Tujuan acara ini kami ingin mengangkat rilisan fisik, sekarang kondisinya kan serba download, digital, dan mereka udah kangen yang bisa dipegang Kita ingin bangkitkan kejayaan fisik lagi," ujarnya.

Sebanyak 24 toko musik independen yang tergabung dalam BRAM (Bali Record and Merchandise) ikut acara ini dengan menampilkan CD, kaset pita, piringan hitam, buku, hingga kaos.

Sejak awal pelaksanaannya, acara ini hanya diikuti sebelas toko kini telah membuktikan bahwa kaset dan bentuk fisik semakin dinikmati. Kaset, CD, maupun piringan hitam yang dipamerkan atau dijual yakni dari tahun 1950-an hingga sekarang.

"Kalau flatform digital itu penting, tanpa digital orang tidak bisa akses karya secara gampang, namun setelah itu kadang ingin memiliki yang ada cover yang bisa dipegang sehingga meningkat.

Pihaknya bisa bertahan karena adanya peningkatan dari pembeli. Menurutnya di Indonesia agak terlambat untuk membangkitkan kembali kaset ini di Eropa maupun Amerika kini sudah berkembang pesat.

"Saya berharap nanti toko-toko besar seperti Aquarius bisa bangkit kembali, karena pembeli pasti rindu," katanya.

Ia menambahkan rata-rata toko musik ini dalam acara ini, sehari mampu mendapat nilai penjualan Rp 1 juta Bahkan ia menuturkan, tahun sebelumnya ada sampai Rp 14 juta.

Harga rata-rata yakni Rp 10 ribu - 150 ribu untuk kaset pita, CD mulai dari Rp 20 ribu - 150 ribu sedangkan piringan hitam.berkisar Rp 500 ribu.

"Kemarin ada album Naif pertama dulu harganya Rp 15 ribu, laku Rp 75 ribu kemarin. Juga album Lolot pertama kemarin laku Rp 200 ribu," katanya.

Salah satu kolektor kaset asal Tabanan ini, Nyoman Krisna mengatakan memburu kaset sejak tahun 2013 dan mengoleksi hingga ratusan keping.

"Koleksi yang paling lama yakni pidato Bung Karno pada sidang PBB rilisan tahun 1960. Ia memperolehnya dari Jawa tahun 2013 seharga Rp 50 ribu," ujar Krisna.  

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia