Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Demi Rp 10 Juta, Kurir Thailand Sembunyikan Narkoba di Celana Dalam

21 Oktober 2019, 20: 49: 28 WIB | editor : Nyoman Suarna

Demi Rp 10 Juta, Kurir Thailand Sembunyikan Narkoba di Celana Dalam

CELANA DALAM : WNA Thailand simpan narkoba di dalam celana dalam untuk mengelabui petugas bea cukai. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Berbagai modus operandi digunakan para pemabawa narkoba (kurir) untuk melewati pemeriksaan petugas. Jika saja pihak keamanan tidak jeli, maka narkoba akan lolos dari pemeriksaan Bea Cukai Bandara Ngurah Rai.

Tidak tanggung-tanggung, demi meloloskan barang haram tersebut, kurir narkoba asal Thailand,  Kasarin Khamkhao, 26, menyimpan narkoba di dalam celana dalam yang sedang dipakai. Kepala Bea Cukai I Gusti Ngurah Rai Himawan Indarjono menjelaskan kronologis penangkapan tersangka pada Senin (21/10).

“Kami telah menangkap dua  warga negara asal Thailand pada 13 Oktober pukul 02.00 yang kedapatan membawa narkoba jenis Methametamin dengan berat 2 ons. WNA Thailand tersebut bernama Kasarin Khamkhao, 26, Sanicha Maneetes, 27. Kasarin Khamkhao (KK), menyimpan narkoba yang dibungkus rapi di dalam celana dalam yang sedang dia gunakan,” jelas Himawan.

“Kedua perempuan Thailand ini merupakan penumpang pesawat Thai AirAsia FD398 rute Don Mueang-Denpasar dan tiba pada pukul 01.30 Wita,” tambah Himawan.

Berbeda dengan Kasarin, rekannya Sanicha Maneetes menggunakan modus menyimpan barang haram tersebut di dalam celana dalam yang ada dalam bagasinya. Kecurigaan petugas kepada kedua perempuan Thailand ini, ketika mereka melewati pemeriksaan petugas,  terdapat barang yang mencurigakan dalam tubuh KK.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Bea Cukai Ngurah Rai Teddy Triatmojo menegaskan, “ Ketika kami periksa seluruh badannya, kami lakukan pemeriksaan body search, digeledah di ruang khusus, ditelanjangi oleh petugas kami yang berjenis kelamin sama, ternyata di dalam celana dalam yang digunakan Kasarin ditemukan narkoba. Dan di dalam celana dalam bagasi Sanicha juga ditemukan barang yang sama. Keduanya kami amankan.

Kepala Bea Cukai Himawan juga menjelaskan, total narkoba yang dibawa kedua  WNA ini mencapai 1 kg. “Kedua WNA ini membawa narkoba masuk ke Bali seberat 958 gram. Itu sudah kami buktikan dengan hasil uji laboratorium. Narkoba tersebut berjenis Methamphetamine,” papar Himawan.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddy Setiawan menjelaskan, kedua warga negara asal Thailand ini akan diganjar dengan pasal penyalahgunaan narkotika. “Kita kenakan Pasal 102 huruf (e) j.o Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan jo Pasal 113 Ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Keduanya juga terancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak  Rp 10 juta,” tegas Kombes Pol Ruddi.

Kedua tersangka kurir ini mengaku, mereka diupah Rp 10 juta jika berhasil membawa barang tersebut. “Mereka diupah sekitar Rp 10 juta jika berhasil membawa barang tersebut masuk ke Bali, tapi sekarang mereka belum dapat upah karena duluan tertangkap,” jawab Ruddi.

Kasatgas CTOC ini juga meminta kepada WNA agar jangan mencoba-coba membawa narkoba ke Bali. “Saya tegaskan kepada semua WNA, silahkan berlibur ke Bali, tetapi jangan coba-coba membawa narkoba, karena kami tidak akan segan-segan menangkap dan menindak siapa pun yang membawa narkoba,”  tegas Ruddi.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia