Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis
OTOTIPS

Mengenal Fungsi Drive Belt, dan Kapan harus Diganti

27 Oktober 2019, 07: 26: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengenal Fungsi Drive Belt, dan Kapan harus Diganti

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

DI SEPEDA motor manual dikenal adanya gear set yang berfungsi untuk meneruskan putaran mesin dari counter shaft transmisi ke roda belakang melalui gear atau sprocket, sehingga roda belakang berputar dan mendorong laju kendaraan. 

Namun di sepeda motor matik, pemindahan putaran ini dilakukan oleh drive belt. Drive belt berfungsi meneruskan tenaga mesin untuk menggerakkan roda belakang melalui pulley. Bila drive belt ini putus, tentu motor matic tidak akan bisa berjalan karena tidak ada yang memindahkan tenaga mesin ke roda.

Untuk itu, drive belt ini perlu mendapatkan perawatan, sehingga berkendara bisa dilakukan dengan nyaman. Lalu kapan harus mengganti drive belt?

Salah satu drive belt yang ada di pasaran adalah drive belt besutan Honda yang merupakan HGP. Drive belt satu ini memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah umur yang lebih panjng sampai dengan pemakaian 24 ribu kilometer. Sebab drive belt ini memiliki komponen material yang lengkap, yaitu 2 lapis canvas, 3 lapis rubber dan polyester cord sehingga ban penggerak Honda memiliki daya elastisitas yang baik.

Dari data tersebut, ketika odometer sudah menunjukkan angka 24 ribu kilometer, atau kalau dianggap sebulan mampu berjalan 1.000 km, maka diperlukan waktu 2 tahun. Namun semuanya tergantung medan dan pemakaian motor matic itu sendiri.

Selain mengganti secara berkala, drive bel juga perlu dirawat.  Adapun cara perawatannya adalah

1. Selalu periksa secara rutin ruang CVT (Continously Variable Timing) setiap 8 ribu kilometer. Juga lakukan pemeriksaan visual pada kondisi ban penggerak terhadap keretakan

2. Bersihkan ruang CVT beserta komponen yang terdapat di dalamnya seperti roller, pully driven, pully driver serta drive belt dari debu dan kotoran dengan menggunakan udara bertekanan

3. Agar performa drive belt berjalan dengan sempurna, lakukan penggantian drive belt setiap 24 ribu km, termasuk juga komponen CVT lainnya seperti roller sesuai dengan masa pakainya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia