Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Livingstone, Café Nyaman di Tengah Padatnya Lalu Lintas Kuta

27 Oktober 2019, 08: 01: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Livingstone, Café Nyaman di Tengah Padatnya Lalu Lintas Kuta

KLASIK MODERN : Livingstone, salah satu café yang mengusung konsep klasik modern di tengah padatnya lalu lintas Kuta. (ISTIMEWA)

Share this      

KUTA, BALI EXPRESS - Tempat ngopi dengan konsep klasik modern tidak hanya menjadi konsep coffee shop di kawasan Ubud, karena konsep klasik modern di  coffee shop juga bisa ditemukan di pusat pariwisata Bali, salah satunya di Kuta.

Di pusat industri pariwisata Bali ini, café menjadi salah satu destinasi kuliner yang sedang berkembang. Beragam konsep menjadi tema dari café-café yang ada di Bali. Selain sebagai tempat bersantap, café juga berfungsi sebagai tempat bersantai bagi para pelanggannya.  Salah satunya adalah Livingstone Café & Bakery.

Livingstone, Café Nyaman di Tengah Padatnya Lalu Lintas Kuta

MENU : Menu yang disajikan di café ini adalah pastry, bakery, dan juga main course. (istimewa)

Di café ini, pelanggannya tidak saja dimanjakan dengan beragam jenis menu makanan dan minuman, tetapi juga dimanjakan dengan tempat yang nyaman dan tenang, sehingga padatnya aktivitas pariwisata di sekitar café ini tidak akan terasa begitu pelanggan memasuki  café  ini.

Terletak di Jalan Raya Petitenget No 88, Kuta Utara, Livingstone yang memiliki desain klasik, seakan menjadi oase di tengah padatnya lalu lintas di jalan Raya Petitenget. Tak heran jika para pelanggannya betah untuk berlama-lama di tempat ini.

Sales Officer Livingstone, Wijaya Budiman mengatakan, casual dining menjadi konsep utama dari café ini, sehingga pengunjung bisa datang dan makan dengan nyaman. “Untuk konsep tempat, kami sengaja membuat tempat ini sangat nyaman, sehingga pelanggan kami bisa bersantai meskipun suasana lalu lintas di luar sangat padat,” paparnya.

Desain Livingstone yang didominasi dengan nuansa kayu dan pintu kaca serta dihiasi beberapa pohon palem dan bunga-bunga tropis, menjadikan café ini sebagai salah satu café tropis yang nyaman.  Livingstone yang dibangun di atas lahan seluas sekitar dua are ini, memiliki dua area yakni area indoor ataupun outdoor.

Untuk menu makanan, sesuai dengan konsepnya yakni café dan bakery, maka menu yang disajikan di café ini adalah pastry, bakery, dan juga main course. “Untuk konsepnya, kami mengambil konsep casual dining, namun pelanggan bisa datang dan menikmati makanan kapan saja, baik pagi, siang ataupun malam hari,” terang Wijaya.

Untuk pastry dan bakery, semuanya disajikan dalam kondisi hangat atau dibuat pada hari tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk menu makanan yang disajikan, yakni langsung dibuat ketika dipesan oleh pelanggannya.

Menu-menu makanan yang disajikan di Livingstone cukup beragam, mulai dari western food hingga masakan nusantara dengan citarasa asli. Artinya, semua jenis menu makanan yang disajikan, baik makanan Barat maupun masakan nusantara, tidak ada proses penyesuaian rasa supaya cocok dengan selera para pelanggannya.

Seperti halnya menu ayam betutu, sebagai salah satu masakan nusantara,  disajikan dengan citarasa asli yang menonjolkan rasa pedas dari base genep yang terbuat dari rempah-rempah khas Bali.

Begitu juga dengan menu-menu western food yang tersedia di café ini, disajikan dengan citarasa aslinya. “Livingstone memang sengaja tidak melakukan penyesuaian rasa terhadap makanan dan minuman yang dijual karena kami ingin pelanggan kami bisa menikmati makanan dengan rasa yang original,” ungkapnya.

Karena originalitas merupakan kunci utama dari beragam jenis menu makanan yang disajikan di Livingstone, maka seluruh makanan dan minuman yang disajikan di café ini, diakui Wijaya, dibuat dengan bahan-bahan yang berkualitas. Khusus untuk bahan baku segar, livingstone menerapkan standar yang ketat.

Untuk kopi, Livingstone memang menjadi salah satu tempat ngopi yang nyaman, sehingga kopi yang disajikan adalah jenis kopi nusantara. Selain citarasa kopi local tidak kalah dengan kopi import, wisatawan yang datang, khususnya wisatawan asing, diakui Wijaya, lebih memilih untuk disajikan kopi local.

Soal pelanggan café ini, sebagian besar adalah wisatawan asing ataupun ekspatariat yang tinggal disekitar kawasan Kuta dan Canggu. “Kunjungan wisatawan asing memang mendominasi.Selain rasa makanan yang sesuai dengan selera mereka, harga yang kami patok juga terjangkau,” tambahnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia