Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Kampanyekan Kendaraan Listrik, Koster Siapkan Pergub

27 Oktober 2019, 20: 57: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kampanyekan Kendaraan Listrik, Koster Siapkan Pergub

MOBIL LISTRIK: Gubernur Koster berada dalam mobil listrik yang ikut konvoi pada Minggu (27/10). Konvoi itu selain untuk memperingati Hari Listrik Nasional, juga untuk mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kian mantap mengkampanyekan kendaraan listrik. Bahkan, saat ini, Pemprov Bali sedang menyiapkan regulasinya. Dalam bentuk peraturan gubernur (pergub).

Seperti diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster, ada berbagai pertimbangan yang mendorong dirinya selaku kepala daerah di Bali mendorong penggunaan kendaraan listrik bertenaga baterai tersebut.

Alasan-alasan itu dia ungkapkan saat melepas konvoi kendaraan listrik serangkaian Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-74 di Rumah Dinasnya, Jaya Sabha, Minggu (27/10).

Dia menyebutkan, alasan pertama pihaknya mendorong penggunaan kendaraan listrik karena pemanfaatannya yang ramah lingkungan. Sehingga, pertimbangan itu sejalan dengan visi pemerintahan dalam kepemimpinannya saat ini. Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Yang salah satu poinnya adalah untuk melindungi dan menjaga kelestarian alam Bali.

“Ini sangat penting untuk kami jalankan. Karena Bali adalah destinasi wisata. Sehingga harus dijaga kualitasnya,” sebut Koster.

Bahkan, sambung dia, setelah pergub tersebut terbit, pihaknya di Pemprov Bali akan mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk kelompok-kelompok tertentu. Begitu juga pada zona-zona tertentu. Sehingga penerapan kendaraan listrik bisa lebih cepat. “Kami akan secara progresif mendorong penggunaan kendaraan listrik ini,” imbuh mantan anggota DPR RI ini.

Terlebih, sambungnya, Kementerian Perindustrian RI sudah menjadikan Bali sebagai daerah percontohan kendaraan listrik. Disamping DKI Jakarta. Bila pergub tersebut terbit, Bali akan menjadi daerah pertama yang memiliki regulasinya.

Dia optimis, pengalihan penggunaan kendaraan dari berbahan bakar fosil ke listrik akan lebih mudah di Bali. Karena wilayah Bali relatif kecil. Penduduknya juga tidak terlalu banyak. Ditambah lagi dengan pendapatan masyarakatnya yang relatif cukup tinggi.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, menyebutkan bahwa untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, pihaknya sudah memasang 109 titik Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Bali.

"Ini sebagai showcase untuk menunjukkan PLN siap. Seiring dengan perkembangan jumlah penggunaan kendaraan listrik, kami akan terus menambah jumlahnya (SPLU)," janjinya.

Selain itu, sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat termasuk memperkenalkan keandalan kendaraan listrik, PLN secara bertahap akan mengganti sepeda motor operasionalnya. Dari yang berbahan bakar fosil dengan energi listrik. "Kami berharap apa yang dikhawatirkan masyarakat, lambat laun akan semakin berkurang," kata Suwarjoni Astawa.

Konvoi yang finish di Monumen Bajra Sandi Renon ini diikuti oleh satu mobil listrik, 35 motor listrik, dua bajaj listrik, dan sepuluh sepeda listrik, serta beberapa e-scooter.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia