Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Mundur dari PDIP, Adik Bupati Bangli Lompat ke Golkar

28 Oktober 2019, 18: 24: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mundur dari PDIP, Adik Bupati Bangli Lompat ke Golkar

MUNDUR : Adik Bupati Bangli yang juga Perbekel Bunutin I Made Subrata (bersalaman kiri), mundur dari penjaringan cawabup PDIP. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Setelah mundur dari proses penjaringan bakal calon wakil bupati Bangli yang dibuka PDIP, I Made Subrata memilih bergabung ke Partai Golkar. Adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar itu secara resmi mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Golkar. Ia masuk partai berlambang pohon beringin tersebut dengan harapan diusung menjadi calon bupati Bangli pada pilkada 2020.

Hal tersebut terungkap saat Subrata tiba-tiba nongol di rapat konsolidasi DPD I Golkar dengan pengurus Golkar Bangli dan Fraksi DPRD Bangli di kantor DPD I Golkar, Denpasar Senin (28/10). Subrata datang bersama sejumlah perbekel dan tokoh masyarakat lainnya. Tak hanya itu, dalam rapat yang dipimpin Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer itu, Subrata juga langsung menyodorkan calon wakil bupati, yaitu kader senior PDIP asal Tembuku Ngakan Kutha Parwata. Namun Kutha Parwata tidak ikut masuk kader Golkar.

“Di PDIP tidak memungkinkan dapat rekomendasi. Tyang (saya) harus menentukan sikap. Bukan berkhianat. Hanya menentukan sikap tatkala tidak mendapatkan apa yang menjadi aspirasi,” terang Subrata.

Terlepas dari keinginannya itu, Subrata menyadari bahwa ada mekanisme di internal Golkar. Terpenting dia telah mengikuti proses.  Ia pun tidak ambil pusing dengan informasi bahwa tokoh asal Batur I Ketut Mardjana juga ingin mendapatkan rekomendasi calon bupati dari Partai Golkar. “Kalau Mardjana dapat rekomendasi, saya mendukung,” tegas Subrata, seraya mengaku telah menjalin komunikasi dengan Mardjana. Hanya saja, dia enggan membeber pembicaraan dengan mantan dirut PT. Pos Indonesia itu.

Disinggung terkait kehadirannya di tengah-tengah rapat internal Golkar dan menjadi kader, Subrata menegaskan bahwa itu merupakan keinganan pribadi. Sebelum hadir bersama Ngakan Kutha dan tokoh masyarakat, Subrata mengaku sudah berproses sejak dua hari sebelumnya. “Jadi begitu datang, bisa langsung dapat KTA,” ungkap Subrata.

Apa tanggapan Golkar Bangli? Dikonfirmasi melalui sambungan telepone, Sekretaris DPD II Golkar Bangli I Nengah Darsana membenarkan Subrata datang saat Golkar rapat konsolidasi di DPD I. Dia langsung memperkenalkan Ngakan Kutha Parwata. Namun Golkar tidak langsung memberikan keputusan atas harapan Subrata. Mengutip keterangan Demer, Darsana mengungkapkan bahwa dalam menentukan calon bupati ada mekanisme internal. Salah satunya melakukan survey. “Menurut Pak Demer, Golkar baru mau berproses pertengahan Desember,” jelasnya. Selain Subrata, ada Mardjana yang merapat ke Golkar. Namun belum juga mendapat kepastian.  “Kami anggota fraksi siap mengamankan yang direkomendasi,” tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Bangli itu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia